detikcom
Selasa, 08/05/2012 21:37 WIB

UGM dan Kagama Kirim Surat Protes Pada Marzuki Alie

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) mengirim surat protes kepada Ketua DPR Marzuki Alie atas pernyataan mengenai koruptor alumnus UGM dan Universitas Indonesia (UI). UGM juga akan mengirimkan surat penjelasan khusus yang ditujukan kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) tersebut.

"Kami akan mengirimkan surat resmi kepada beliau," kata Kepala Kepala Humas UGM, Wijayanti kepada wartawan, Selasa (8/5/2012).

Menurut Wiwit keputusan pengiriman surat tersebut berdasarkan atas rapat khusus yang dihadiri mantan Rektor UGM Prof Sudjarwadi dan pimpinan lainnya. Surat tersebut diantaranya berisi tentang informasi mengenai bagaimana UGM dalam mendidik mahasiswanya.

"Dalam surat tersebut akan dicantumkan pula tentang sepak terjang alumnus UGM yang banyak berperan dalam kemajuan bangsa. Jadi tidak benar itu," kata Wiwit.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekjen, Prof Dr Budi Wignyosukarto.

Selaku Ketua Kagama, Sultan meminta agar Marzuki tidak membandingkan antara UI dan UGM dalam hal kasus korupsi. Dia juga menampik keras bila kelompok intelektual adalah para pelaku korupsi.

Sementara itu Sekjen Kagama, Budi Wigjosukarto menyesalkan pernyataan Marzuki Alie yang memiliki titel doktor itu. Pernyataan tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan stereotipe negatif bahwa lulusan perguruan tinggi pasti korupsi.

Menurutnya sebagai orang berpendidikan kalau menyimpukan suatu thesis pasti didasarkan proses induksi data yang relevan. Sebab bila tidak melalui proses itu, artinya belum berpendidikan. Pendidikan karakter juga tidak bisa hanya dilakukan di lingkungan pendidikan formal, lingkungan masyarakat dan tempat kerja lebih berperanan besar.

Budi menegaskan koruptor digeneralisasi dengan orang pandai itu membahayakan. Karena penyebab praktek korupsi adalah sistem birokrasi dan peraturan yang tidak ketat.

"Saya khawatir Marzuki membuat hipotesa tanpa data yang tidak terlalu kuat. Alumnus UGM banyak yang mengabdi kepada negara dan tidak korupsi," pungkas guru besar Fakultas Teknik itu.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(bgs/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%