Senin, 07/05/2012 21:42 WIB
Mabes Polri: Yulianis Masih Saksi, Belum Pernah Diperiksa
"Status dia sebagai saksi. Bahkan sebagai saksi pun belum diperiksa," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, kepada detikcom, Senin (7/5/2012).
Polisi belum mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam kasus pembelian saham Garuda yang dilaporkan oleh pihak Nazaruddin, Gerhana Sianipar. Namun, polisi mengakui telah melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2011.
"Ini lagi ditahan KPK, makanya belum ada langkah-langkah. Sejak 2011 sudah dikoordinasikan dengan KPK," terang Saud.
Saat ini, polisi akan menunggu perkembangan dari KPK sehingga belum ada tindakan untuk memeriksa Yulianis. "Makanya kita belum mengambil, tunggu perkembangan," tutup Saud.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto memastikan dalam SPDP bernomor No. IV/3806/XI/2011/ditreskrimmum, atas laporan pihak Nazaruddin, Gerhana Sianipar, Yulianis dijadikan tersangka atas kasus pembelian saham Garuda.
Surat itu ditandatangani AKBP Aswin Sipayung Kasat Hardabangta Polda Metro. Surat penyidikan dikeluarkan sejak November 2011. Rikwanto menyebut kasusnya kini ditangani Krimsus.
Terkait SPDP tersebut, Saud memastikan status tersangka hanya untuk pengisian form. Belum ada kepastian status tersangka bagi Yulianis.
Yulianis selama ini merupakan saksi kunci yang membantu KPK membongkar kasus Nazaruddin. Yulianis tengah diproses masuk dalam lindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Beberapa waktu lalu, kepada wartawan Yulianis mengaku tengah diancam pihak-pihak tertentu karena dia kooperatif kepada KPK. Tidak heran bila KPK kemudian memberikan pengamanan pada Yulianis.
(mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
1,905 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
557 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
373 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 18:02 WIB
Ketua MA: Kemendagri Seharusnya Nonaktifkan Bupati Aru
-
Rabu, 22/05/2013 18:00 WIB
PKS Perbaiki Berkas Bacaleg, 4 Orang Mundur
-
Rabu, 22/05/2013 17:55 WIB
Pesawat AS Mendarat Ilegal di Aceh Tak Ganggu Hubungan Diplomatik RI-AS
-
Rabu, 22/05/2013 17:54 WIB
Warga Ancam Tutup SPBU di Jalur Hijau Kelapa Gading
-
Rabu, 22/05/2013 17:49 WIB
KPK Sita Alphard Milik Luthfi yang Parkir di Kantor DPP PKS
-
Rabu, 22/05/2013 17:19 WIB
Aksinya Digagalkan 3 Siswa SMP, Pelaku Percobaan Perkosaan: Saya Khilaf
-
Rabu, 22/05/2013 16:27 WIB
Cerita Politikus PKS Tamsil Linrung Soal Kenakalan Fathanah
-
Rabu, 22/05/2013 15:48 WIB
Gagalkan Upaya Perkosaan, 3 Siswa SMP di Bogor Dipuji Pihak Sekolah
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
-
Rabu, 22/05/2013 17:10 WIB
Cerita Siswa SMP Abdurrahman Soal Sogokan Rokok dari Pelaku Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 16:35 WIB
Kesan Warga Yogya Usai Bertemu Anggota Kopassus Tersangka Kasus Cebongan
-
Rabu, 22/05/2013 16:59 WIB
KPAI Puji Aksi Pahlawan 3 Siswa SMP yang Gagalkan Upaya Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 16:45 WIB
Pertamina: Aiptu Labora Mantan Agen Pertamina
-
362 Komentar
-
358 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
176 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:31 WIB
Jokowi Berdoa: Mudah-mudahan 2 RS yang Mundur Layani KJS Cepat Sadar
-
Rabu, 22/05/2013 15:30 WIB
Pertimbangan SBY Batasi Caleg PD dari Satu Keluarga
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
