detikcom
Senin, 07/05/2012 20:52 WIB

Kejagung: Tak Ada Kongkalingkong Gayus dan Dhana Terkait PT Kornet

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejagung Arnold Angkow memastikan Gayus Tambunan tidak menerima aliran duit saat menangani perkara banding wajib pajak PT Kornet Trans Utama (KTU). Gayus saat itu menjadi petugas pemeriksa di Direktorat Keberatan dan Banding Kementerian Keuangan.

"Enggak, enggak ada," kata Arnold kepada wartawan di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jaksel, Senin (7/5/2012) malam. Arnold menjawab pertanyaan wartawan soal dugaannya aliran duit dari PT KTU saat perkaranya ditangani Gayus.

Arnold menjelaskan Gayus tidak terlibat dalam kasus Dhana. Penyidik memeriksa terpidana kasus mafia pajak, Jumat (4/5) pekan lalu hanya untuk memastikan proses penanganan PT KTU yang ditangani Dhana saat menjabat sebagai ketua tim pemeriksa di kantor pelayanan pajak (KPP) Pancoran.

"Gayus diperiksa itu terkait dengan PT Kornet jadi sebagaimana kita ketahui Kornet pemeriksaan pajaknya sampai kepada persidangan di pengadilan banding dan itu memang Gayus yang menangani bandingnya, jadi itu terkait itu," terangnya.

Arnold memastikan tidak ada kongkalikong antara pemeriksa pajak di KPP Pancoran dengan petugas pemeriksa di Direktorat Keberatan dan Banding saat menangani perkara PT KTU. "Itu sudah dilakukan oleh Dhana waktu mereka ketmu dengan KTU," pungkasnya.

(fdn/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel