detikcom
Senin, 07/05/2012 18:19 WIB

Menunggu Aksi Interpol Malaysia Menciduk Neneng

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Tiba-tiba saja Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin, mengirim surat ke KPK. Neneng menawarkan 'deal' untuk menyerahkan diri ke KPK. Ada apa dengan Neneng setelah hampir 1 tahun buron tiba-tiba menyerah?

Pengacara Neneng, Junimart Girsang, kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (7/5/2012) menegaskan kliennya, kangen dengan anak-anaknya yang dirawat ibunya di Pekanbaru, Riau. Tambah lagi, ibunya kini tengah sakit.

Dengan alasan itu, pihak Neneng berharap KPK bisa memberikan kenyamanan saat menjalani pemeriksaan. Maukah KPK menerima tawaran itu?

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas pun sudah tegas menolak 'deal' dari pihak Neneng. "KPK tidak akan pernah berkompromi dengan buron atau tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel.

Sikap keras Busyro dan melunaknya Neneng ini bukan tanpa alasan. Informasi yang dikumpulkan, Neneng akhirnya menyerah kepada KPK karena posisinya semakin terkunci. Dia berada di Malaysia pun bisa selamat hanya karena dilindungi pihak tertentu.

"Ada komunitas Indonesia di sana yang melindungi," terang sumber detikcom.

Komunitas itu yang selama ini menghalangi gerak pengintaian KPK. Namun itu semua sudah selesai. Menangkap Neneng yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus PLTS sejak setahun lalu.

"Sekarang cuma tinggal menunggu Interpol Malaysia saja," terang sumber yang enggan disebutkan namanya itu.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(ndr/nvt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    54%
    Kontra
    46%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000