Ulama Malaysia haramkan demonstrasi
Pemerintah mencurigai aksi demonstrasi bertujuan menggulingkan pemerintah
Ulama Malaysia telah mengeluarkan fatwa melarang umat muslim di negara itu melakukan demonstrasi.
Fatwa ini terbit tak lama setelah Perdana Menteri Najib Razak mengatakan unjuk rasa adalah upaya untuk menggulingkan pemerintah menjelang pemilihan umum.
"Membuat kerusuhan, menyebabkan gangguan dan merusak properti publik semua dilarang dalam Islam," kata ketua Komite Fatwa Nasional Abdul Shukor Husin pada media setempat seperti dikutip kantor berita AFP.
"Hal ini juga berlaku bagi segala niat untuk menggulingkan pemerintah terpilih dengan mengorganisir demonstrasi," kata dia.
Puluhan ribu orang turun ke jalan di ibukota Kuala Lumpur 28 April lalu menuntut pemilu bersih.
Mereka menerobos barikade dan terlibat bentrok dengan polisi yang menggunakan gas air mata dan air kimia untuk membubarkan massa. Lebih dari 500 orang ditangkap dalam kerusuhan itu.
Pemilu
Najib diperkirakan akan mengumumkan pemilu di bulan Juni yang diprediksi akan menjadi ajang persaingan ketat antara pemerintahan koalisi dan oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim.Namun sejumlah analis mengatakan pemilu kemungkinan akan diundur menyusul aksi unjuk rasa April lalu.
Najib mengatakan aksi di Dataran Merdeka, yang didukung kelompok-kelompok oposisi, memiliki tujuan terselubung.
"Mereka ingin mengambil alih Dataran Merdeka, bukan untuk berunjuk rasa selama dua atau tiga jam, tetapi dua atau tiga hari atau bahkan lebih lama lagi untuk menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa mengendalikan situasi," kata Najib pada kantor berita Bernama.
"Mereka ingin menjadikan Dataran Merdeka seperti Lapangan Tahrir di Mesir," kata dia.
Kepala polisi federal Ismail Omar mengatakan pada surat kabar Star bahwa polisi telah memulai penyelidikan untuk mencari dalang di balik upaya "kudeta" itu.
(bbc/bbc)
-
Sabtu, 18/05/2013 15:25 WIB
GPS meningkatkan peringatan dini tsunami
-
Sabtu, 18/05/2013 13:47 WIB
Melacak kota yang hilang di Honduras
-
Sabtu, 18/05/2013 12:13 WIB
Teleskop milik NASA Kepler rusak
-
Sabtu, 18/05/2013 12:11 WIB
Penjualan mobil di Eropa meningkat
-
Sabtu, 18/05/2013 11:30 WIB
Vasile Muresan, pelukis jalanan Rumania
-
Minggu, 19/05/2013 11:05 WIB
Ketika Ketua Komnas HAM Ditanya Andai Jadi Jokowi Soal Waduk Pluit
-
Minggu, 19/05/2013 11:49 WIB
Polisi Depok Tangkap 66 Orang Geng Motor, Termasuk 5 Siswi
-
Minggu, 19/05/2013 10:55 WIB
Polisi Tertibkan Aksi Geng Motor di Jakarta, 13 Motor Kena Tilang
-
Minggu, 19/05/2013 10:02 WIB
Saat Muda-mudi Trendi Disuguhi Ubi dan Bajigur di Bundaran HI
-
Minggu, 19/05/2013 11:58 WIB
WNA Nepal Mabuk Tabrak Sikun Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 09:26 WIB
Takut Tak Lulus UN, Siswi SMP Tewas Gantung Diri
-
Minggu, 19/05/2013 09:12 WIB
Seorang Pria Tewas Dikeroyok Geng Motor di Semarang
-
Minggu, 19/05/2013 08:38 WIB
Lompat Pagar, Wamenkum HAM Sidak Lapas Sukamiskin & Rutan Cipinang
-
445 Komentar
-
230 Komentar
-
229 Komentar
-
226 Komentar
-
211 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
181 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
- Rp 2,834.000
- Rp .000
-
Minggu, 19/05/2013 05:24 WIB
BNN Razia Diskotek Miles, 4 Wanita Diamankan
-
Minggu, 19/05/2013 04:19 WIB
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
