Senin, 07/05/2012 13:36 WIB

Anggota FPI Bogor Tewas Dibacok, Pelaku Masih Remaja

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Jakarta - Seorang anggota FPI Bogor, Mustofa, tewas dibacok di Jalan Raya Tajur, Bogor. Polisi bergerak cepat dan menangkap pelakunya yang ternyata masih remaja.

"Saat ini, pelaku sudah kami amankan, usia 17 tahun," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Hilman kepada detikcom melalui telepon, Senin (7/5/2012).

Mustofa tewas setelah kehabisan darah akibat bacokan pelaku yang berinisial IRJ. Ia terluka cukup parah di leher dan pinggang. Nyawanya tak terselamatkan meski sudah dibawa ke rumah sakit, Minggu (6/5/2012).

"Lukanya cukup dalam, korban kehabisan darah," kata Hilman.

Hilman membantah informasi yang beredar bahwa pelaku adalah anggota geng motor. Dalam pemeriksaan, pelaku tidak ikut kelompok apapun. Hanya, ia sering nongkrong di lokasi kejadian.

Polisi berusaha meredam isu-isu yang bekembang dengan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat. "Kami berharap tidak ada aksi-aksi lanjutan, apapun bentuknya. Kasus ini dalam penanganan kepolisian dan dipastikan diproses," katanya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%