detikcom
Senin, 07/05/2012 10:10 WIB

Anggota DPR Harus Kembalikan Senjata Apinya ke Polisi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari mendesak anggota DPR mengembalikan senjata apinya ke polisi. Alasan menyimpan senjata api untuk perlindungan dirasa berlebihan.

"Kepala sama hitam, tetapi ancaman kan bisa saja berbeda-beda. Jadi saya tidak apriori mengatakan anggota DPR tidak perlu memiliki senjata api dan bagi yang sudah terlanjur memiliki harus diserahkan kepada aparat keamanan," kata Hajri kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Menurut Hajri, derajat keamanan di Indonesia tak terlampau menghawatirkan. Bagi Hajri, kepemilikan senjata api tidak diperlukan.

"Masing-masing mungkin saja menghadapi ancaman, tekanan, gangguan, dan hambatan yang berbedai-beda. Cuma dalam pengalaman hidup saya kok rasanya tidak perlu senjata api segala,"katanya.

Selama pengalamannya menjadi anggota DPR selama empat periode hingga saat ini tak pernah ada ancaman berlebihan. Baginya alasan teman-temannya di DPR menyimpan senjata api adalah berlebihan.

"Sejauh pengalaman hidup saya sebagai anggota DPR selama empat periode kok tidak perlu sampai harus memiliki senjata api untuk melindungi diri. Kalau unruk pribadi saya rasanya kok berlebihan alias lebay. Tapi saya tidak tahu dengan anggota-anggota DPR yang lainnya apakah memang benar sedemikian terancamnya jiwa mereka sehingga harus memiliki senjata api untuk melindungi diri dan keselamatan jiwanya,"tandasnya.

Sebelumnya anggota Komisi III DPR dari Partai Gerindra Martin Hutabarat menuturkan cukup banyak anggota DPR yang memiliki senjata api. Anggota DPR memiliki senjata api berizin untuk membela diri. Sementara menurut anggota Komisi III lainnya, Ahmad Yani, senjata api penting untuk perlindungan anggota DPR. Yani mengaku senjata api yang dimilikinya telah berizin dan hanya untuk olahraga menembak.

Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(van/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close