detikcom
Senin, 07/05/2012 05:00 WIB

Soal Buku Prestasi Foke, Nono: Apa Layak Gubernur Lakukan Ini?

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Bakal calon wakil gubenur DKI Jakarta, Nono Sampono menilai beredarnya buku prestasi Fauzi Bowo sebagai Gubernur Jakarta di masyarakat sebagai suatu persoalan. Buku bersampul foto Foke-Nachrowi itu dipertanyakan kelayakannya.

"Saya kira pandangan kita sama melihat ini, tinggal kembalikan kepada masyarakat, layak apa tidak seorang gubernur melakukan kampanye seperti itu?" jelas Nono Sampono, bakal cawagub Jakarta, kepada detikcom, Senin, (7/5/2012).

Menurut pria yang berpasangan dengan Alex Noerdin ini, jika buku itu bertujuan untuk sosialisasi capaian Foke selama menjabat gubernur, tentu tidak perlu kemudian menjadi ajang kampanye. Yaitu dengan memasang foto pasangan calon wakil gubernurnya, Nachrowi Ramli.

"Apakah diperbolehkan gubernur berkampanye?" tukasnya.

Sebelumnya, sebuah buku berjudul 'Rangkuman Prestasi Fauzi Bowo Sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta periode 2007-2012', tersebar ke tangan warga yang tinggal di sekitar Utan Kayu, Jakarta Timur pada Minggu, (6/7/2012) kemarin.

Buku berwarna orange itu besarnya mirip seperti sebuah majalah. Yang menarik, gambar sampul buku ini justru terpampang foto Fauzi dengan Nachrowi Ramli. Padahal Prijanto, sudah dikenal sebagai wakil gubernur DKI.


(mok/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel