detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 06/05/2012 13:50 WIB

Kru Trans7 Gadungan di Semarang Ditangkap

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Seorang pemuda di Semarang diamankan polisi karena kedapatan mengaku sebagai kru televisi Trans7. Pemuda bernama Debi Yudiono yang lengkap mengenakan baju seragam Trans7 warna hitam berikut kartu identitas ini ditangkap saat naik sepeda motor usai melihat konser musik di kawasan Simpang Lima, Semarang.

Debi Yudiono, tak bisa berbuat apa-apa ketika diamankan di pos polisi Simpang Lima Semarang, Sabtu (5/5/2012). Pemuda 29 tahun warga Desa Walikukun, Ngawi, Jawa Timur, ini tertangkap tangan karena mengaku sebagai kru televisi Trans7 yang akan melakukan syuting untuk salah satu program Trans7 di kawasan Simpang Lima Semarang.

Debi ditangkap sendiri oleh jurnalis Trans7, Damar Sinuko, yang saat itu juga sedang berada di sekitar Simpang Lima. Debi muncul dari keramaian konser musik HUT Kota Semarang dan langsung mengambil sepeda motor yang diparkirnya di dekat pos polisi.

Melihat penampilannya yang berbaju seragam Trans7 namun bercelana pendek dan hanya memakai sandal, Damar curiga hingga mengejar dan menghentikan Debi yang saat itu sudah melaju dengan sepeda motornya. Ketika berhasil dicegat, Debi dipancing beberapa pertanyaan oleh Damar hingga akhirnya Damar memastikan Debi adalah kru Trans7 gadungan dan kemudian langsung dibawa ke pos polisi untuk diperiksa.

"Saya sudah curiga dengan penampilannya. Terlebih melihat seragam dan kartu identitas yang dipakainya," ungkap Damar.

Damar juga menambahkan keberadaan wartawan gadungan ini sudah didengarnya sejak 3 minggu lalu, di mana dia muncul di tengah acara Pemecahan Rekor Muri Pembuatan Lumpia Terpanjang di jalan Pemuda Semarang.

Saat diperiksa polisi, pemuda ini mengaku datang ke kawasan simpang lima untuk menemui seseorang yang bernama Eko yang juga dikabarkan kru Trans7 yang akan memberikan pekerjaan kepadanya sebagai pembantu umum. Bahkan, pelaku mengaku mendapatkan baju seragam Trans7 dan kartu identitas dari Eko dengan membayar uang senilai 3,6 juta rupiah.

"Saya datang ke Simpang Lima karena ditelepon Eko. Kata Eko, nanti saya akan tugas jadi timnya Tukul, yang kebetulan juga menjadi artis di konser musik HUT Kota Semarang, untuk syuting program Wisata Malam," ungkap Debi.

Untuk mendalami apakah ada pihak atau seseorang yang merasa ditipu dan dirugikan, termasuk dugaan adanya sindikat dengan modus menjanjikan pekerjaan dengan cara membayar untuk mendapatkan kostum televisi tertentu, Debi pun dibawa ke Polrestabes Semarang untuk diperiksa.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(try/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close