Minggu, 06/05/2012 13:50 WIB

Kru Trans7 Gadungan di Semarang Ditangkap

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Seorang pemuda di Semarang diamankan polisi karena kedapatan mengaku sebagai kru televisi Trans7. Pemuda bernama Debi Yudiono yang lengkap mengenakan baju seragam Trans7 warna hitam berikut kartu identitas ini ditangkap saat naik sepeda motor usai melihat konser musik di kawasan Simpang Lima, Semarang.

Debi Yudiono, tak bisa berbuat apa-apa ketika diamankan di pos polisi Simpang Lima Semarang, Sabtu (5/5/2012). Pemuda 29 tahun warga Desa Walikukun, Ngawi, Jawa Timur, ini tertangkap tangan karena mengaku sebagai kru televisi Trans7 yang akan melakukan syuting untuk salah satu program Trans7 di kawasan Simpang Lima Semarang.

Debi ditangkap sendiri oleh jurnalis Trans7, Damar Sinuko, yang saat itu juga sedang berada di sekitar Simpang Lima. Debi muncul dari keramaian konser musik HUT Kota Semarang dan langsung mengambil sepeda motor yang diparkirnya di dekat pos polisi.

Melihat penampilannya yang berbaju seragam Trans7 namun bercelana pendek dan hanya memakai sandal, Damar curiga hingga mengejar dan menghentikan Debi yang saat itu sudah melaju dengan sepeda motornya. Ketika berhasil dicegat, Debi dipancing beberapa pertanyaan oleh Damar hingga akhirnya Damar memastikan Debi adalah kru Trans7 gadungan dan kemudian langsung dibawa ke pos polisi untuk diperiksa.

"Saya sudah curiga dengan penampilannya. Terlebih melihat seragam dan kartu identitas yang dipakainya," ungkap Damar.

Damar juga menambahkan keberadaan wartawan gadungan ini sudah didengarnya sejak 3 minggu lalu, di mana dia muncul di tengah acara Pemecahan Rekor Muri Pembuatan Lumpia Terpanjang di jalan Pemuda Semarang.

Saat diperiksa polisi, pemuda ini mengaku datang ke kawasan simpang lima untuk menemui seseorang yang bernama Eko yang juga dikabarkan kru Trans7 yang akan memberikan pekerjaan kepadanya sebagai pembantu umum. Bahkan, pelaku mengaku mendapatkan baju seragam Trans7 dan kartu identitas dari Eko dengan membayar uang senilai 3,6 juta rupiah.

"Saya datang ke Simpang Lima karena ditelepon Eko. Kata Eko, nanti saya akan tugas jadi timnya Tukul, yang kebetulan juga menjadi artis di konser musik HUT Kota Semarang, untuk syuting program Wisata Malam," ungkap Debi.

Untuk mendalami apakah ada pihak atau seseorang yang merasa ditipu dan dirugikan, termasuk dugaan adanya sindikat dengan modus menjanjikan pekerjaan dengan cara membayar untuk mendapatkan kostum televisi tertentu, Debi pun dibawa ke Polrestabes Semarang untuk diperiksa.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%