detikcom
Minggu, 06/05/2012 11:19 WIB

Didik Nambah Kopi 2 Gelas Saat Kunjungi Pasar Jangkrik

Prins David Saut - detikNews
Didik di Pasar Jangkrik/ David Saut
Jakarta - Cawagub DKI Jakarta Didik J Rachbini pagi ini mengunjungi pedagang di Pasar Jangkrik di Jl Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur. Didik menyempatkan diri untuk ngopi di sebuah warung yang tidak jauh dengan pasar tersebut.

"Ini silahturahmi dengan warga, namanya silahturahmi. Kalau kalian namakan kampanye terserah," ujar Didik santai saat berbincang di warung kopi yang tidak jauh dari Pasar Jangkrik, Minggu (6/5/2012). Didik ditanya wartawan soal apakah kunjungannya selama ini dalam rangka kampanye.

Didik juga sempat berbicang dengan pemilik warung kopi tersebut. "Ini silahturahmi kan ? Kamu juga untung kan?" kata Didik kepada Ridwan si pemilik warung.

"Iya Pak, hahaha.." jawab Ridwan terbahak-bahak.

Di warung berukuran sekitar 2 x 3 meter ini, Didik asyik berbincang dengan dengan pemilik warung dan warga sekitar. Bahkan saking asyiknya ngobrol, Didik sempat menambah secangkir kopi lagi.

"Enak nih kopinya, tambah lagi dong," kata politisi PAN ini.

Didik sempat bercerita mengenai rencana-rencananya jika terpilih menjadi Cawagub DKI nanti. Salah satunya adalah meningkatkan insentif bagi pengurus RT/RW di wilayah DKI Jakarta.

"Karena mereka ujung tombak pelayanan, mereka nggak boleh menghambat pelayanan KTP dan lainnya," jelasnya.

Didik juga berjanji akan memperbaiki sarana dan pra sarana di setiap kelurahan. Tidak tangung-tangung, Didik akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk sarana dan prasarana di kelurahan.

"Rp 1 miliar untuk kelurahan kita perbaiki sarana prasarana untuk mengembangkan daerah seperti ini. Untuk kesehatan kita tingkatkan layanan kesehatan. Sekarang guru-guru swasta dan madrasah dan anak kurang mampu akan kita perkuat, ini strategi kita agar pemimpin baru itu membawa perubahan," tutupnya.

(mpr/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel