detikcom
Sabtu, 05/05/2012 21:49 WIB

Irshad Manji Senang Bukunya Bisa Diterbitkan di Indonesia

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Penulis buku 'Allah, Liberty and Love', Irshad Manji, menghadiri diskusi Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Manji memuji Indonesia sebagai negara moderat, lantaran bukunya masih laku di Indonesia.

"Indonesia, negara ini masih moderat, karena buktinya buku saya masih bisa terbit disini. Indonesia adalah negara plural harusnya menjadi model atas keberagaman,"kata Manji.

Hal ini disampaikan Manji dalam diskusi di Kantor AJI di Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2012).

Menurut Manji, mendorong media di Indonesia untuk lebih berani menyajikan peristiwa keagamaan. Peristiwa keagamaan dianggapnya tabu diberitakan di Indonesia.

"Media harusnya menyajikan peristiwa apa adanya,"dorongnya.

Saat ini acara diskusi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan penulis buku 'Allah, Liberty and Love', Irshad Manji telah selesai. Manji langsung dijemput Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Imam Sugianto.

"Manji dijemput Kapolres Jakarta Selatan. Keduanya naik mobil yang dipakai Manji, Innova. Tadi selesai diskusi Manji langsung digandeng Kapolres Jakarta Selatan," kata Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, kepada wartawan di Kantor Aji di Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2012).

Menurut Umar, Manji tidak dijemput paksa, namun karena memang acaranya sudah selesai. Lagipula ada kelompok yang menentang kehadiran Manji semakin dekat.

(van/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel