Sabtu, 05/05/2012 15:35 WIB

Polisi Sita 23 Kg Ganja di Jatiasih dari 3 Tersangka

Rivki - detikNews
Jakarta - Kepolisian Sektor Jatiasih, menyita 23 Kg narkoba jenis ganja dari 3 orang bandar dengan inisial A, D dan RR. Mereka ditangkap di kontrakkannya kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.

"Betul kita tangkap di kontrakkannya,yang dipakai sebagai gudang penyimpanan, di Kramat Sentiong, dini hari tadi," kata Kapolsek Jatiasih, Kompol Darmawan Karosekali, Saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (5/5/2012).

Penangkapan ketiga bandar tersebut bermula ketika polisi menciduk seorang pemakai di Jatiasih, Kota Bekasi, Jabar. Diketahui pemakai tersebut berinisial R.

"Setelah kita tangkap, si R cerita bahwa bandarnya ialah orang Kramat Sentiong. R kita tangkap kemarin malam di rumahnya, di Jatiasih," jelas Darmawan.

Polisi masih mencari bandar besar dari ketiga pelaku yang ditangkap di Kramat Sentiong. Diduga, bandar besarnya ialah seorang narapidana di dalam penjara.

"Berdasarkan keterangan, 23 Kg ganja itu disuplai dari seorang napi. Masih kita kejar pemasoknya," ungkapnya.

Keempat tersangka tersebut kini mendekam di Mapolsek Jatiasih. Mereka dikenakan UU no 35 tentang narkotika.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%