Sabtu, 05/05/2012 07:35 WIB

Perang Poster dan Iklan, KPU DKI Ingatkan Cagub Agar Beretika

Ferdinan - detikNews
Ilustrasi (poster Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini)
Jakarta - Belum juga ditetapkan menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, sejumlah kandidat yang berebut kursi Balai Kota mulai gencar berkampanye. Perang poster, spanduk dan iklan media massa dilakukan demi merebut suara pemilih di pemungutan suara 11 Juli 2012 mendatang.

Namun pemanasan jelang kampanye ini tidak melanggar aturan meski enam kandidat belum diumumkan memenuhi syarat sebagai calon dan ditentukan nomor urutnya. Menurut Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Dahlia Umar, meski tidak dilarang, para kandidat harus memiliki etika dalam mengampanyekan diri.

"Secara etika harusnya mereka menunggu dulu setelah ditetapkan sebagai pasangan calon, karena nanti ada waktu untuk kampanyenya," kata Dahlia kepada detikcom, Sabtu (5/5/2012).

Sosialisasi melalui iklan dan pemasangan poster di jalanan Ibu Kota menurutnya berbeda halnya dengan liputan media massa. "Kalau media meliput kegiatan ataupun mengundang ke kantor redaksi untuk kemudian dibuatkan profilnya, itu tidak masalah. Tapi kalau sudah beriklan itu melanggar etika, meski tidak ada larangannya," jelasnya.

Dahlia berharap pemilih akan memilih calon yang tepat, tidak terpengaruh isi iklan ataupun poster para bakal calon. "Biar pemilih yang menilai apakah calon sudah mampu memberikan pendidikan politik tentang kompetisi yang sehat," tukasnya.

Seperti diketahui dari enam kandidat, tiga di antaranya gencar melakukan pengenalan tahap awal ke masyarakat. Pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono yang diusung Golkar, PPP dan PDS memasang iklan di televisi dan radio bertajuk "Tiga Tahun Bisa".

Hal ini juga dilakukan oleh calon independen Faisal Basri dan Biem Benjamin, pasangan dari jalur independen yang juga memasang iklan di televisi. Sementara Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini menebar poster bertajuk "Ayo Beresin Jakarta" di sejumlah tembok dan tiang listrik di jalan Ibu Kota.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(fdn/fdn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%