detikcom
Sabtu, 05/05/2012 05:26 WIB

Diperiksa di Polda, Iswahyudi Tunjukkan Korek Api Berbentuk Pistol

Ferdinan - detikNews
Iswahyudi keluarkan senjata di restoran
Jakarta - Iswahyudi Ashari sudah lima jam menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. Menurut pengacaranya, Muara Karta, kliennya sempat menunjukkan pemantik api berbentuk pistol yang dikeluarkan saat berada di restoran Cork and Screw di Plaza Indonesia.

"Delapan pertanyaan seputar yang dilaporkan karyawan restoran. Sempat ditanya soal pistol, tapi sudah dikasih lihat ke penyidik kalau itu untuk bakar cerutu," ujar Muara Karta saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/5/2012).

Menurutnya pemantik api tersebut selalu dibawa kliennya. "Jadi laporan itu enggak benar, enggak ada ancaman pakai senjata," tegas Karta.

Saat ini Iswahyudi masih diperiksa di ruang unit V Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pengacara memastikan Iswahyudi tidak akan ditahan. "Sebentar lagi mau pulang," sebutnya.

Iswahyudi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Bobby Doputty yang mengadukannya karena tindakan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Namun dia membantah mengeluarkan senjata untuk mengancam Bobby karyawan restoran. Menurutnya senjata yang dikeluarkan di meja bartender hanyalah pemantik api.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fdn/fdn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%