Jumat, 04/05/2012 21:16 WIB

Pengacara Protes Penangkapan Iswahyudi

Ferdinan - detikNews
Iswahyudi
Jakarta - Pengacara Iswahyudi, Muara Karta memprotes upaya penangkapan polisi terhadap kliennya di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Pengacara menyebut upaya penangkapan menyalahi prosedur.

"Penangkapan itu enggak benar, melanggar prosedur. Apa dasar penangkapannya?" kata Muara Karta saat dihubungi detikcom, Jumat (4/5/2012).

Karta menduga penangkapan ini terkait dengan aduan karyawan restoran Cork and Screw Plaza Indonesia, Bobby Doputty ke Mapolda Metro Jaya. Iswahyudi dilaporkan karena mengancam dan mengeluarkan pistol ke arah Bobby saat protes atas tagihan makanan.

"Ini kan cuma laporan perbuatan tidak menyenangkan, kenapa diperlakukan seperti teroris? Ditangkap paksa," sesal dia.

Bobby melaporkan Iswahyudi pada 19 April 2012 lalu. Laporan Bobby ke Polda tercatat dengan nomor LP/1320/IV/2012/PMJ/Ditreskrimum. Iswahyudi dilaporkan atas tuduhan pasal 336 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP tentang pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan.

Menurut saksi mata kejadian ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Iswahyudi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan didampingi oleh empat orang rekannya.

Berdasarkan kesaksian seorang pengunjung di lokasi, Iswahyudi pulang terlebih dahulu usai acara. Kemudian, dia didatangi dua mobil berisi polisi saat berada di halaman gedung.

Namun, saat hendak ditangkap, Iswahyudi melawan. Dia tak mau dikeler polisi sambil menjelaskan bahwa benda yang dia bawa saat makan di restoran bukan pistol, tapi korek api berbentuk pistol.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fdn/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%