Jumat, 04/05/2012 14:51 WIB

Bagaimana Peluang Penampakan Hujan Meteor Eta Aquarids & Supermoon?

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Hujan meteor Eta Aquarids akan mencapai puncaknya pada 6 Mei dinihari. Di saat puncak, bakal ada 60 meteor per jam yang melintas. Pada tanggal 6 Mei malam juga akan terjadi supermoon. Nah, bagaimana peluang menyaksikan fenomena angkasa ini?

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pada 5 Mei malam cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek adalah hujan ringan. Hanya Jakarta Pusat dan Jakarta Utara saja yang berawan.

Jika pada tanggal 6 Mei dinihari cuaca cukup cerah, maka ada potensi untuk menyaksikan puncak hujan meteor Eta Aquarids. Sayangnya langit tidak bebas polusi cahaya lantaran ada Bulan yang menjelang purnama.

"Dilemanya bersamaan dengan purnama, di mana menjelang subuh ada di barat, sedangkan ini (hujan meteor) ada di tenggara. Kemungkinan akan terganggu. Tapi kemungkinan terlihat tetap ada, meski tidak sebagus bila cahaya Bulan minimal," terang Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/5/2011).

Sedangkan pada tanggal 6 Mei menjelang siang ada potensi hujan di wilayah selatan, timur dan barat Jakarta. Namun pada malam hari, hujan ringan diperkirakan hanya terjadi di wilayah Jakarta bagian selatan seperti Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor.

"Sisanya berawan. Kalau berawan, biasanya langit masih bisa terlihat, sehingga kalau ada Bulan, masih akan kelihatan," kata prakirawan BMKG, Sunardi.

Itu prediksinya, bisa tepat namun bisa juga meleset. Jika Anda penggemar fenomena angkasa, tentu akan bersabar mencari meteor yang jatuh tiap satu menit sekali dari bintang Eta Aquarids di rasi Aquarius.

Sedangkan supermoon atau lunar perigee adalah fenomena yang terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Jarak rata-rata Bulan dengan Bumi adalah 384 ribu km. Nah, pada saat supermoon terjadi, jarak Bulan dengan Bumi sekitar 357 ribu km. Sehingga pada saat fenomena terjadi, jarak bulan lebih dekat 27 ribu km dari jarak rata-ratanya.

Menurut space.com (30/4), supermoon pada 6 Mei mendatang merupakan jarak bulan dengan Bumi yang paling dekat di tahun 2012 ini. Saat peristiwa terjadi Bulan akan lebih besar dan lebih terang hingga 16 persen dari rata-rata.

Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan bukanlah lingkaran sempurna. Pada 28 November mendatang akan terjadi fenomena yang berkebalikan dengan supermoon. Di akhir tahun nanti, saat Bulan purnama, Bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi. Sehingga Bulan akan tampak kecil dan redup. Supermoon sebelumnya terakhir kali terlihat pada Maret 2011.

Selamat menikmati pertunjukan langit!

(vit/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    70%
    Kontra
    30%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel