Jumat, 04/05/2012 11:14 WIB

Tak Hanya Supermoon, Hujan Meteor Juga Ramaikan Angkasa 6 Mei

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Fenomena supermoon bisa disaksikan akhir pekan ini, tepatnya Minggu 6 Mei 2012 (sebelumnya ditulis Sabtu 5 Mei). Selain supermoon, Anda juga bisa menyaksikan puncak hujan meteor Eta Aquarids. Di saat puncak, setiap satu menit ada satu meteor yang melintas di langit.

"Puncak hujan meteor ini pada tanggal 6 Mei. Pada dini hari terbit di timur, lalu menjelang subuh di arah tenggara," jelas Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/5/2011).

Hujan meteor Eta Aquarids adalah fenomena angkasa tahunan yang terjadi manakala Bumi melintasi sisa debu komet Halley. Di saat puncak akan ada 60 meteor per jam, alias satu meteor per menit.

Djamaluddin menjelaskan, hujan meteor Eta Aquarids muncul dari bintang Eta Aquarids di rasi Aquarius. Fenomena ini terjadi setiap tahun, dari tanggal 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya antara 6 Mei hingga 8 Mei dinihari.

Menurut alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini, Bumi melintasi debu komet Halley sebanyak dua kali dalam setahun. Lintasan pada April-Mei menghasilkan hujan meteor Eta Aquarids, sedangkan jika melintas pada Oktober menghasilkan hujan meteor Orionids.

"Orionids tidak sebesar Eta Aquarids, hanya sepertiga dari Eta Aquarids," terangnya.

Komet Halley merupakan komet yang terlihat dari bumi setiap 75-76 tahun. Diberi nama Halley karena ditemukan oleh Edmund Halley.

Sedangkan supermoon atau lunar perigee adalah fenomena yang terjadi saat Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Jarak rata-rata Bulan dengan Bumi adalah 384 ribu km. Nah, pada saat supermoon terjadi, jarak Bulan dengan Bumi sekitar 357 ribu km. Sehingga pada saat fenomena terjadi, jarak bulan lebih dekat 27 ribu km dari jarak rata-ratanya.

Menurut space.com (30/4), supermoon pada 6 Mei mendatang merupakan jarak bulan dengan Bumi yang paling dekat di tahun 2012 ini. Saat peristiwa terjadi Bulan akan lebih besar dan lebih terang hingga 16 persen dari rata-rata.

Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan bukanlah lingkaran sempurna. Pada 28 November mendatang akan terjadi fenomena yang berkebalikan dengan supermoon. Di akhir tahun nanti, saat Bulan purnama, Bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi. Sehingga Bulan akan tampak kecil dan redup. Supermoon sebelumnya terakhir kali terlihat pada Maret 2011.
(vit/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Indeks Berita »
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    77%
    Kontra
    23%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel