detikcom
Kamis, 03/05/2012 20:40 WIB

TNI AL Denpasar Gagalkan Penyelundupan 800 Ikan Napoleon

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar, menangkap kapal yang mencoba menyelundupkan 800 ikan langka jenis napoleon ke perairan Bali.

Upaya penyelundupan diungkap, Kamis (3/5/2012). Penangkapan ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat tentang adanya sebuah kapal dengan diawaki sekitar enam ABK menuju perairan Bali membawa ikan napoleon.

"Dari informasi awal itu kita kemudian lakukan penangkapan," kata Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut Wayan Suarjaya kepada detikcom melalui telepon, Kamis (3/5/2012).

Saat disergap oleh kapal patroli Lanal ini, kapal tersebut berada di perairan sebelah utara pulau Bali dan membawa ikan dengan nama latin Cheilinus undulates ini.

Ikan karang dengan berbagai macam corak warna yang berukuran besar itu diangkut dari luar perairan Bali. "Barang bukti yang kita sita cukup banyak, saat ini masih kita lakukan penyelidikan," imbuhnya.

Pengangkut ikan napoleon, KM Samudra Indah diamankan saat tiba di pelabuhan Sumber Kima, Buleleng, Bali Utara. Ikan itu disembunyikan di kolam yang terletak di bawah geladak kapal. "Modus itu terbongkar setelah anggota kita memeriksa seluruh isi kapal," ujar Suarjaya.

Untuk selanjutnya, Lanal Denpasar akan mengembangkan kasus tersebut termasuk mencari tahu untuk siapa dan dari mana ikan langka yang nilainya jutaan rupiah ini. "Ini baru saja selesai diperiksa, jadi masih kita kembangkan oleh kita lagi," pungkasnya.



seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(gds/try)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%