detikcom
Kamis, 03/05/2012 14:45 WIB

LSM Minta SBY Hentikan Reklamasi karena Rusak Lingkungan

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta secara tegas menghentikan reklamasi pantai di berbagai wilayah pesisir di Indonesia saat ini. SBY juga diminta menghentikan pembahasan Rancangan Peraturan Presiden mengenai reklamasi tersebut.

"Gerakan Rakyat Anti Reklamasi Pantai (GeRASI) mendesak Presiden SBY untuk menghentikan pembahasan Rancangan Peraturan Presiden mengenai Reklamasi," kata dinamisator GeRASI, Slamet Daroyni, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (3/5/2012).

Menurut penggiat lingkungan ini, pengerukan pasir laut di perairan dekat Pulau Sangiang, Anyer, Banten, sebanyak 3,5 juta m3 sejak 2011 berakibat pada kehancuran ekosistem pesisir dan laut setempat. Seperti tingginya tingkat kekeruhan air, rusaknya rumpon nelayan, dan abrasi pantai setinggi 65 cm.

"Daratan sepanjang 1 km dan selebar 200-400 meter di Tanjung Kelor, Tanjung Baru, dan Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur, telah berubah menjadi lautan pasca pengerukan pasir. Pasir ini memasok bahan uruk pembangunan coastal road dan pusat bisnis di pesisir Kota Balikpapan," ujar Slamet.

Dia juga mencontohkan 16 kapal tongkang pasir yang mengangkut pasir Bangka Belitung untuk mereklamasi pantai utara Jakarta. Setiap satu unit kapal tongkang memuat sebanyak 4 ribu m3 atau sedikitnya 320 ribu m3/bulan. "Penambangan pasir di perairan Bangka Belitung telah berlangsung sejak 10 tahun silam," ungkap Slamet.

Dia berpandangan, praktek reklamasi pantai terbukti merusak ekosistem lingkungan hidup, baik di kawasan yang akan direklamasi maupun kawasan asal bahan uruk untuk mereklamasi pantai. Hal ini berakibat penggusuran nelayan dan masyarakat pesisir juga dilakukan.

"Kami mendesak SBY untuk memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melakukan tindak pidana lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di NKRI," dorong Slamet.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%