Kamis, 03/05/2012 07:55 WIB
Panja Pencurian Pulsa Keluhkan Lambatnya Kinerja Kepolisian
"Panja pencurian pulsa mengeluhkan kerja kepolisian yang lambat terkait tindak lanjut pengusutan content provider dan operator yang sudah dijadikan tersangka. Di samping itu panja juga mengeluhkan mengapa yang dijadikan tersangka cuma Telkomsel," kata anggota Panja Pencurian Pulsa DPR, Tantowi Yahya , Kamis (3/5/2012).
Padahal BRTI telah bekerjasama dengan baik. Kepolisian mestinya menindak lebih cepat.
"BRTI sudah mengirimkan daftar semua operator terkait dalam kasus ini. Ini menjadi tanya besar masyarakat yang ditanyakan kepada kami di panja. Kepolisian sudah saatnya bertindak lebih gesit dan lebih melebar dalam menindaklanjuti temuan-temuan panja dan BRTI," katanya.
Komisi I menunggu kerja konkret polisi. Kalau tidak, maka Komisi I akan memanggil kembali kepolisian.
"Jika tidak. Jangan salahkan masyarakat apabila ada anggapan panja dan polisi sudah masuk angin," tandasnya.
(van/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
812 share this. -
Duh! Gadis 16 Tahun di Australia Diperkosa Bergiliran oleh 3 Pria
570 share this. -
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
552 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
527 share this. -
Ini 3 Hakim Agung yang Kalahkan Konglomerat Swedia Pemilik IKEA
417 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 20:27 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Salah Mendarat di Bandara Kuala Namu
-
Senin, 20/05/2013 20:24 WIB
Kapolresta: Tahanan Klewang Tidak Dipindah Demi Kemudahan Penyidikan
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
UKP4 Gandeng Penegak Hukum Gunakan Multidoor Kala Menindak Kejahatan Hutan
-
Senin, 20/05/2013 20:11 WIB
Kabareskrim: Yang Ikut Menikmati Uang Aiptu Labora Bisa Dipidana
-
Senin, 20/05/2013 20:04 WIB
Komjen Sutarman Tegaskan Polri Mampu Usut Tuntas Kasus Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
-
Senin, 20/05/2013 20:27 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Salah Mendarat di Bandara Kuala Namu
-
Senin, 20/05/2013 18:44 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 19:31 WIB
KPK Bidik Dugaan Korupsi Miliaran di Ditjen Kebudayaan Kemdikbud
-
Senin, 20/05/2013 18:46 WIB
Jadi Pasangan Capres? Ini Jawaban Jokowi dan Gita Wirjawan
-
Senin, 20/05/2013 20:07 WIB
Kabareskrim: Yang Ikut Menikmati Uang Aiptu Labora Bisa Dipidana
-
Senin, 20/05/2013 18:37 WIB
PPATK Temukan Aliran Dana Fathanah ke Oknum PKS Selain Luthfi
-
Senin, 20/05/2013 18:55 WIB
PPATK: Aiptu Labora Simpan Rp 500 M di Rekeningnya
-
353 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
213 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
198 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 17:12 WIB
Johan Budi: KPK Belum Peroleh Data Aliran Dana Fathanah ke PKS
-
Senin, 20/05/2013 17:00 WIB
Dituding Singkap Rok Siswi SD, FS Mengaku Bantu Bukakan Sepatu
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

