detikcom
Rabu, 02/05/2012 14:26 WIB

Kisah Endang: Telepon Istana Dikira Salah Sambung, Naik Taksi ke Cikeas Tersesat

Gagah Wijoseno - detikNews
Pakta integritas 2009
Jakarta - Salah satu memori yang diingat dari perjalanan hidup Endang Rahayu Sedyaningsih adalah penunjukannya sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) yang dilakukan menjelang menit-menit terakhir pengumuman Kabinet Pembangunan Bersatu pada Oktober 2009.

Saat ditelepon Sudi Silalahi pada Rabu 21 Oktober 2009, Endang tengah rapat di Hotel Horizon Bekasi.

Begitu dihubungi dan diminta datang ke Cikeas untuk audisi menteri, Endang pun langsung meluncur dengan taksi. Karena sopir taksi dan dia sendiri belum kenal jalan, Endang sempat tersesat.

"Saya naik taksi ke Cikeas, sempat nyasar juga karena saya dan sopir taksinya tidak tahu Cikeas," tutur Endang pada detikcom saat ditemui di rumahnya di Jl Pendidikan Raya III, Blok J, Duren Sawit, Komplek IKIP, Jaktim, Kamis (22/10/2009).

Endang bercerita, dia sempat tidak percaya jika yang menelepon adalah Sudi Silalahi. Dia harus meyakinkan bahwa sang penelepon benar-benar orang Istana yang memintanya menghadiri audisi menteri.

"Waktu itu saya sedang rapat di Hotel Horizon Bekasi. Lalu saya dihubungi oleh nomor yang tidak saya kenal. Karena saya merasa saya bukan orang penting, saya tidak menyimpan nomornya Pak Sudi Silalahi. Saya disuruh datang ke Cikeas untuk menjalani tes. Saya sempat bertanya, ini serius apa salah sambung. Dia bilang ini serius," cerita Endang.

Begitu tiba di Cikeas sekitar pukul 14.30 WIB, Endang menjumpai tim dokter dari RSPAD sudah stand by. Dia lantas menjalani audisi sekaligus tes kesehatan hingga pukul 18.00 WIB. Esok harinya, Endang dilantik sebagai menteri.

Penunjukan Endang, yang sebelumnya lebih banyak bekerja di laboratorium penelitian, kala itu melahirkan kontroversi. Sebab kala itu calon Menkes yang tengah moncer adalah Nila Moeloek.

Lantas, bagaimana nama Endang Rahayu Sedyaningsih bisa muncul? Hal itu terjadi setelah Nila Moeloek terlempar dari daftar kandidat. Tim SBY lalu berkonsultasi dengan FKUI. FKUI merekomendasikan sejumlah nama, sayang semuanya lelaki, padahal SBY ingin menkes seorang perempuan. Malam itu pencarian calon dari kalangan perempuan diintensifkan.

Sampai akhirnya, pada Rabu (21/10/2009) pagi, muncul kabar bahwa Endang Rahayu Sedyaningsih disodorkan kepada Tim SBY. Endang Rahayu adalah kepala laboratorium di Namru (Naval Medical Research Unit) dan bekerja di Litbang Depkes. Dia mendapat gelar dokter dari FKUI tahun 1979 dan menggondol PhD dari Harvard University, Amerika Serikat.

Perempuan kalem yang murah senyum itu kini telah tiada. Ganasnya kanker membawanya kembali ke Sang Pencipta. Namun penggalan kisah hidupnya akan tetap menjadi bagian sejarah.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(nrl/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000