detikcom
Rabu, 02/05/2012 14:16 WIB

Dirjen P2PL Kemenkes: Ada 4 Kesan Mendalam tentang Almarhumah Endang

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Sebagai bawahan mantan Menteri Kesehatan Endang R Sedyaningsih, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) di Kemenkes, Prof Tjandra Yoga Aditama SpP(K), memiliki kesan mendalam tentang Endang. Ada 4 kesan yang mendalam. Apa saja?

"Innalillahi wainnailaihi roji'un. Telah wafat, Ibu Dr Endang Rahayu Sedyaningsih, pada 2 Mei 2012 pukul 11.41 WIB. Untuk saya pribadi, ada 4 kesan mendalam tentang almarhumah," jelas Prof Tjandra Yoga dalam rilis yang diterima, Rabu (2/5/2012).

4 Kesan yang mendalam itu adalah:

1) Almarhumah amat menguasai Ilmu Kesehatan Masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya sebagai Menteri Kesehatan. Penguasaan ilmu ini didasari pada 3 hal utama :
a. Latar belakang pendidikan sebagai dokter dan Doktor
b. Kebiasaan membaca berbagai jurnal dan publikasi ilmiah, walaupun di tengah kesibukan sebagai menteri
c. Pengalaman panjangnya dalam pekerjaan di lingkungan kesehatan sejak awal bekerja lebih dari 30 tahun yang lalu.

2) Ketaatannya pada aturan yang ada. Dalam berbagai arahan beliau selalu menekankan agar semua dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Dalam semua kegiatan di Kementerian Kesehatan maka semua selalu dilakukan dengan aturan perundangan yang ada.

3) Sebagai pimpinan, Endang sangat menjaga hubungan baik yang humanis dengan para stafnya. Keramahan dan senyuman selalu dia jaga, dengan tetap memegang prinsip hubungan kerja amat sehat dan produktif dalam organisasi Kementerian Kesehatan.

4) Tjandra mengenal almarhumah sejak sebelum Endang menjadi Menteri, sejak sama-sama menangani kasus berbagai penyakit waktu dirinya masih kerja di RS dan Endang di Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan. Lalu keduanya sama-sama menjadi pejabat eselon 2 di Departemen Kesehatan. Bahkan si bangku kuliah, Endang adalah kakak kelas Tjandra.

"Sebagai pribadi, kesan mendalam saya bahwa Almarhumah adalah orang yang baik hati, dan ini amat terasa bagi saya. Dan menurut saya kebaikan hati Almarhumah terpancar dari lubuk hati beliau," kenang Tjandra.

Jasad Menkes hingga pukul 14.10 WIB sudah diberangkatkan ke rumah duka di Duren Sawit dan disemayamkan sampai besok. Dan pada 3 Mei besok pada pukul 06.30 WIB akan diberangkatkan ke kantor Kemenkes dan disemayamkan di ruang Leimena, dan pada 09.00 WIB diberangkatkan ke pemakanan San Diego Hills.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nwk/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%