detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 02/05/2012 13:49 WIB

TNI: Pemotor di 'Koboy Palmerah' Tidak Punya SIM C

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Bukan bermaksud membenarkan tindakan sang kapten 'Koboy Palmerah', tetapi TNI mendapatkan bukti pemotor dalam insiden itu tidak memiliki SIM C. Padahal SIM C itu syarat wajib untuk mengendarai motor.

"Pemotor itu hanya punya SIM A, tidak punya SIM C," kata Kasubdit Penum TNI AD, Kolonel Zaenal Muttaqin saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (2/5/2012).

Zaenal yakin soal kepemilikan SIM C itu, karena identitas pemotor itu diambil oleh sang kapten. Jadi, hanya SIM A dan STNK sang pemotor saja yang diambil dari pemotor.

"Saksi-saksi sudah kita periksa terkait kejadian itu. Ada juga satpam yang kita periksa," tuturnya.

Dalam video di youtube yang di-upload pada 30 April lalu, sesuai dengan tanggal peristiwa itu terjadi, seorang kapten TNI yang menggunakan Toyota Avanza terlibat cekcok dengan pemotor yang menggunakan Vespa Piaggio di kawasan Palmerah.

Sang kapten menggunakan pistol dan sejenis tongkat tampak mengintimidasi pemotor yang memakai helm dan berkaus biru dengan celana pendek. Cekcok itu terjadi karena insiden penyerobotan jalur. Pemotor tampak berani 'melayani' sang kapten.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ndr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%