Detik.com News
Detik.com
Rabu, 02/05/2012 13:49 WIB

TNI: Pemotor di 'Koboy Palmerah' Tidak Punya SIM C

Indra Subagja - detikNews
TNI: Pemotor di Koboy Palmerah Tidak Punya SIM C
Jakarta - Bukan bermaksud membenarkan tindakan sang kapten 'Koboy Palmerah', tetapi TNI mendapatkan bukti pemotor dalam insiden itu tidak memiliki SIM C. Padahal SIM C itu syarat wajib untuk mengendarai motor.

"Pemotor itu hanya punya SIM A, tidak punya SIM C," kata Kasubdit Penum TNI AD, Kolonel Zaenal Muttaqin saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (2/5/2012).

Zaenal yakin soal kepemilikan SIM C itu, karena identitas pemotor itu diambil oleh sang kapten. Jadi, hanya SIM A dan STNK sang pemotor saja yang diambil dari pemotor.

"Saksi-saksi sudah kita periksa terkait kejadian itu. Ada juga satpam yang kita periksa," tuturnya.

Dalam video di youtube yang di-upload pada 30 April lalu, sesuai dengan tanggal peristiwa itu terjadi, seorang kapten TNI yang menggunakan Toyota Avanza terlibat cekcok dengan pemotor yang menggunakan Vespa Piaggio di kawasan Palmerah.

Sang kapten menggunakan pistol dan sejenis tongkat tampak mengintimidasi pemotor yang memakai helm dan berkaus biru dengan celana pendek. Cekcok itu terjadi karena insiden penyerobotan jalur. Pemotor tampak berani 'melayani' sang kapten.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%