Perencana serangan bom kereta bawah tanah New York dinyatakan bersalah
Jaksa persidangan membeberkan kesaksian yang menyebut Medunjanin pernah dilatih al-Qaeda di Pakistan.
Seorang warga AS kelahiran Bosnia dinyatakan bersalah dan terancam hukuman seumur hidup dalam kasus rencana serangan bom di New York.
Adis Medunjanin dan dua mantan teman sekolahnya berencana meledakkan kereta bawah tanah New York pada tahun 2009 sebelum perayaan serangan teror 9/11.
Mereka dilatih oleh al-Qaeda di Pakistan sebelum menyetujui untuk ikut dalam rencana serangan, demikian tuntutan jaksa.
Sementara itu kuasa hukumnya menyatakan bahwa agen AS bertindak tidak adil terhadap Medunjanin dengan memaksanya mengaku dan mengintimidasi keluarganya.
Kuasa hukumnya mengatakan bahwa Medunjanin pergi ke luar negeri untuk memenuhi jihad versi romantis dan ingin bertarung untuk Taliban, tetapi bukan untuk menimbulkan kematian dan kerusakan di kota tempat keluarganya tinggal.
Tetapi Asisten Jaksa AS Berit Berger menyebut rencana Terorisme 101" saat menutup argumentasinya, dengan menambahkan "Tujuan dari konspirasi ini adalah membunuh sebanyak orang mungkin.
Hukuman penjara Medunjanin dimulai 7 September mendatang.
Jantung New York
Dalam dakwaannya jaksa menyertakan keterangan dua saksi kunci, yaitu Najibullah Zazi, yang mengaku sebagai dalang rencana serangan bersama Zarein Ahmedzay - keduanya adalah teman satu sekolah dengan Medunjanin.Dalam kesaksiannya mereka mengaku bepergian bersama ke Waziristan Selatan, Pakistan, pada tahun 2008. Di sana mereka dilatih oleh anggota al-Qaeda dan didorong untuk merencanakan misi bom bunuh diri ketika kembali ke AS.
Mereka mengatakan mempertimbangkan untuk menyerang di Bursa Efek New York, Times Square dan Grand Central Terminal.
Zazi bersaksi bahwa mereka menargetkan kereta bawah tanah New York di jam sibuk karena itu dianggap sebagai jantung dari kota New York.
Dia mengatakan dia belajar untuk meracik bahan peledak dari berbagai macam produk seperti pembersih cat kuku yang dijual bebas di apotik.
Zazi juga mengatakan kepada juri pengadilan bahwa mereka membatalkan rencana serangan - yang sebagian pembiayaan melalui kartu kredit senilai US$50.000 atau sekitar Rp459 juta - setelah menyadari ada mobil yang mengikutinya di New York.
"Saya rasa penegak hukum mengintai kami, ujar Zazi kepada Ahmedzay. Dia mengaku telah mengirim pesan ke Medunjanin yang berisi: Kita selesai.
Pengadilan juga mendengar kesaksian Saajid Badat, seorang lelaki Inggris yang berencana meledakkan sebuah pesawat dengan bom sepatu, dan seorang lelaki dari Long Island, New York, yang menyarankan al-Qaeda untuk menargetkan serangan ke toko Walmart.
Kesaksian Badat ini menjelaskan cara kerja internal al-Qaeda.
(bbc/bbc)
-
Kamis, 23/05/2013 19:26 WIB
Malaysia Ciduk Aktivis dan Politikus Oposisi
-
Kamis, 23/05/2013 18:45 WIB
PM Inggris: Serangan atas tentara pengkhianatan terhadap Islam
-
Kamis, 23/05/2013 17:30 WIB
Polisi tangkap teroris tersangka serangan Kedutaan Burma
-
Kamis, 23/05/2013 17:27 WIB
4 Ribuan Lukisan Kuno Ditemukan di Gua Meksiko
-
Kamis, 23/05/2013 13:54 WIB
Seniman dan Pembangkang Cina Rilis Lagu Antipemerintah
-
Jumat, 24/05/2013 07:00 WIB
Bambang Darmono: Teriakan Benny Wenda Tak Ada Apa-apanya
-
Jumat, 24/05/2013 07:01 WIB
Pelapor Kasus Simulator SIM Jadi Saksi untuk Irjen Djoko
-
Jumat, 24/05/2013 07:40 WIB
Rekapitulasi KPUD se-Bali, Pastika Unggul Tipis
-
Jumat, 24/05/2013 06:32 WIB
Jelang Pengumuman UN SMA, KPAI: Stop Coret Baju!
-
Jumat, 24/05/2013 07:06 WIB
Mobil Travel Terguling di Tol Karawang Barat, Arus Lalu Lintas Macet
-
Jumat, 24/05/2013 05:21 WIB
Kronologi Patroli Bea dan Cukai Saat Sergap Kapal Gula Ilegal
-
Jumat, 24/05/2013 04:45 WIB
Jokowi Lantik Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Siapa Tergusur?
-
Jumat, 24/05/2013 03:41 WIB
Demi Hidup Mewah, Pegawai Bank Rela Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu
-
581 Komentar
-
363 Komentar
-
218 Komentar
-
216 Komentar
-
201 Komentar
-
145 Komentar
-
139 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
-
Kamis, 23/05/2013 19:41 WIB
Tidak Terima Uang, Elsya Malah Kirim Rp 2 M ke Fathanah
-
Kamis, 23/05/2013 17:46 WIB
Istri Ahmad Zaki Penuhi Panggilan KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
