detikcom
Selasa, 01/05/2012 19:50 WIB

TNI AD Akui 'Koboy Palmerah' adalah Anggotanya, Berpangkat Kapten

Jakarta - Mabes TNI Angkatan Darat (AD) mengakui 'Koboy Palmerah' yang terekam dalam Youtube dan mengancam seorang warga adalah anggotanya. Pria itu seorang perwira di Mabes TNI AD berpangkat Kapten.

"Benar itu anggota kita," ujar Kasubditpenkum Dispenad TNI AD, Kolonel Zaenal Muttaqin di Mabes TNI, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2012).

Menurut Zaenal, pria itu berpangkat Kapten saat ini bertugas di Mabes AD. "Salah satu perwira di Mabes AD ini," kata Zaenal.

Dalam tayangan 'Koboy Palmerah' di Youtube itu, sang oknum TNI sempat memaki-maki pemotor. Beberapa kali oknum TNI itu melayangkan pukulan dengan sebuah benda yang diduga sebuah tongkat. Pemotor itu sempat menghindar dan menangkis pukulan oknum TNI.

Pemotor itu sempat mengeluarkan dompet dan memberikan surat yang diduga SIM dan STNK. Hingga kemudian aksi 'Koboy Palmerah' itu ditengahi warga dan seorang pria lain yang memakai seragam safari.

Pada Senin kemarin, detikcom juga telah menurunkan peristiwa ini pukul 20.28 WIB dengan judul 'Mobil Dinas Disenggol Pemotor, Oknum TNI Lepas Tembakan di Palmerah'. Tak dinyana, insiden itu ada yang mengabadikan dan mengunggah ke Youtube.
(fiq/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%