Detik.com News
Detik.com

Selasa, 01/05/2012 15:29 WIB

Buruh Duduki Pintu M1, Lalin Tangerang-Bandara Sempat Ditutup

Dhurandara - detikNews
Buruh Duduki Pintu M1, Lalin Tangerang-Bandara Sempat Ditutup Demo hari buruh di bandara (dhuran/detikcom)
Jakarta - Sekitar 150 buruh menduduki pintu masuk M1 bandar udara (Bandara) Soekarno-Hatta. Akibatnya arus lalu lintas dari Tangerang menuju bandara ditutup.

Pantauan detikcom, Selasa (1/5/2012) buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) beraksi dengan memenuhi jalan. Mereka melakukan orasi dengan 'mobil komando' sebuah mobil pick up pembawa pengeras suara.

"Kami bukan serikat buruh yang melankolis. Buruh-buruh hari ini merayakan hari buruh internasional dengan cara turun ke jalan, donor darah dan sunatan massal. Tetapi kami memilih turun ke jalan," kata koordinator lapangan, Gatot, di lokasi.

Demonstrasi dilakukan tanpa baliho besar atau alat-alat peraga demo lainnya. Mereka hanya membawa panji-panji organisasi dengan memakai baju SPSI.

"Kami ingin tanggal 1 Mei jadi hari libur nasional dan kedua menghapus outsourcing," ujar Gatot.

Aksi ini dikawal oleh 100-an anggota polisi berseragam lengkap dengan tameng dan pentungan rotan. Sebuah mobil water cannon disiapkan. Aksi yang berjalan tertib ini bubar pada pukul 15.00 WIB. Perlahan arus lalu lintas dari Tangerang menuju bandara kembali bergerak normal.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%