Selasa, 01/05/2012 13:42 WIB

Ribuan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Memperingati May Day, ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Menggugat (Gerbang) berunjuk rasa di depan kantor gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang. Mereka berasal dari Serikat Pekerja Nasional, Serikat Pekerja Kahutindo, Federasi Serikat Pekerja Independen, ormas Partai Rakyat Demokrat, dan Federasi Pekerja Indonesia.

Dalam aksinya, massa berorasi dan berpantun menuntut hak-hak mereka di depan kantor gubernur. Sebelumnya, mereka juga sempat memblokir jalan di kawasan jembatan timbang Mangkang.

Mereka menuntut upah layak, menolak kontrak dan outsourching, penegakan hukum, dan penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

"Kami merasa penetapan UMK oleh Gubernur Jateng tidak memihak pada kaum buruh," kata koordinator Gerbang Kota Semarang, Heru Budi Utoyo.

Upah sebesar Rp 991.500 yang ditetapkan oleh Gubernur pada November 2011 tersebut dinilai hanya diperuntukkan kepada buruh lajang yang belum bekeluarga.

"Jika buruh yang bermasalah maka akan cepat-cepat ditindak, namun jika perusahaan yang bermasalah maka lama sekali ditindak atau bahkan dibiarkan," kata Heru.

Aksi unjuk rasa tersebut menyebabkan jalan dari arah Siranda menuju Simpang Lima dan sebaliknya, tersendat. Arus lalu lintas dialihkan.

Polisi mengawal ketat aksi tersebut. Lima water canon disiapkan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

(alg/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel