detikcom
Selasa, 01/05/2012 12:54 WIB

Peringati Hari Buruh, Jurnalis Usung Ogoh-ogoh Gurita

Jakarta - Tidak hanya buruh pabrik yang memperingati Hari Buruh yang jatuh pada hari ini. Seratusan orang wartawan anggota dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga ikut berunjukrasa menunut perbaikan kesejahteraan para jurnalis yang sehat di Indonesia.

Di dalam aksinya di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (1/5/2012), mereka membawa ogoh-ogoh berbentuk gurita berwarna oranye. Gurita setinggi 3 meter dengan tentakel sepanjang 2 meter itu melambangkan konglongmerasi media massa yang saat ini makin menakutkan.

"Kondisi ini tentu tidak kondusif untuk menciptakan iklim jurnalisme yang sehat di Indonesia, kesejahteraan jurnalis yang rendah semakin rentan mendapat godaan suap dalam bentuk apapun dari narasumber," kata Ketua AJI Jakarta, Umar Idris.

Selain itu, ia juga menyampaikan agar para jurnalis diberikan kebebasan masyarakat. Dia mencontohkan pemberhentian sepihak 13 wartawan Indonesia Finance Today dan kasus Luvia jurnalis Metro TV merupakan kasus yang memprihatinkan.

"Kasus Luviana dan IFT menunjukkan ancaman kebebasan bersuara dan berpendapat di perusahaan pers masih mengintai setiap saat," tegasnya.

Selain membawa ogoh-ogoh Gurita, massa juga membawa kamera yang terbuat dari kardus. Mereka juga berbaur dengan para buruh yang sedari pagi sudah menumpuk di Bunderan HI.

(lh/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel