detikcom
Selasa, 01/05/2012 09:30 WIB

Gubernur Riau Rusli Zainal Penuhi Panggilan KPK

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Gubernur Riau Rusli Zainal memenuhi panggilan KPK. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap pembangunan venue PON 2012.

Rusli datang pukul 09.05 WIB. Tak banyak komentar yang terlontar dari dia, hanya sebatas kesiapan untuk menjalani pemeriksaan.

"Ya siap, ya Insyaallah ya," tutur Rusli uang mengenakan kemeja batik warna coklat ini di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (1/5/2012). Rusli didampingi lima orang stafnya.

Dalam kasus ini, Rusli sudah dicegah keluar negeri per tanggal 10 April 2012. Pencegahan selama enam bulan ini juga berlaku untuk Kadispora Riau, Lukman Abbas.

Rusli diperiksa karena dianggap mengetahui kasus PON yang diselenggarakan di Riau. "Seorang saksi diperlukan keterangannya karena kita menduga saksi bisa mengetahui, mendengar atau informasi-informasi yang diperlukan (KPK)," terang Jubir KPK Johan Budi dalam kesempatan sebelumnya.

KPK telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka kasus suap pembangunan venue tembak untuk PON XVIII. Mereka adalah, M Faisal Aswan, anggota Dewan yang tertangkap tangan menerima uang Rp 900 juta dari PT PP dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.

Tersangka kedua adalah Muh Dunir, selaku ketua tim pansus. Dua orang lagi masing-masing Eka dari Dispora dan Rahmad dari PT PP.


Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(fjp/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000