Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
"Jangan sampai anak dijadikan tameng oleh yang berkasus. Maka itu perlu psikolog anak yang netral. Untuk melihat tingkat ketergantungan anak kepada ibu, bisa diukur dan dilihat," ujar pengamat hukum, Dr Mudzakkir.
Berikut ini wawancara detikcom dengan akademisi dari Universitan Islam Indonesia (UII), Senin (30/4/2012):
Dengan alasan anak, Angelina Sondakh minta penangguhan penahanan. Pendapat Anda?
Secara prinsip hukum dan kemanusian itu bisa. Ada kemungkinan seseorang tidak ditahan dalam tahanan tapi jadi tahanan kota, demi masa depan anak. Itu dimungkinkan. Anak usia berapa jadi pertimbangan. Kalau balita butuh ASI, kalau sudah agak gede sedikit butuh perhatian.
Atau perlu anak dibawa bersama ibunya tinggal di tahanan?
Jangan. Jangan bawa masuk, bisa buat trauma. Lebih baik jadi tahanan rumah. Atau bisa juga tahanan kota, itu lebih tepat untuk atasi yang seperti itu.
Tapi kalau yang bersangkutan ditahan di rumah atau jadi tahanan kota nanti melukai masyarakat. Sebab yang bersangkutan disangkakan korupsi. Pendapat Anda?
Ada azas praduga tak bersalah. Kalau sudah dihukum beda lagi, karena dia harus menjalani pidana dalam penjara. Tapi kalau belum terbukti ada ruang kebijakan yang manusiawi. Sebelum bersalah, berlaku azas praduga tidak bersalah.
Dalam pertimbangan kemanusian, untuk menilai KPK bisa meminta bantuan psikolog anak yang netral. Kalau misalnya sudah tidak membutuhkan ASI, tapi secara psikologi anaknya bagaimana. Apakah cukup diasuh neneknya dan saudara yang lain. Kemanusian harus ada perameternya, dan untuk ini bisa undang psikolog anak. Kalau di masa penahanan ini ibunya harus ditahan luar rutan itu bukan untuk ibu tapi karena anak.
Psikolog ini penting untuk membantu KPK memutuskan permohonan penangguhan penahanan?
Iya, untuk tahu benar nggak nggak anak tidak bisa dipisahkan dari ibu. Jangan sampai dalam penegakan hukum itu ada balas dendam. Kesalahan orang tua jangan sampai dilimpahkan ke anak. Kalau psikologi anak tidak bisa ditinggalkan ibu, bisa ditahan di rumah, lagipula kan belum terbukti bersalah.
Jangan sampai anak dijadikan tameng oleh yang berkasus. Maka itu perlu psikolog anak yang netral. Untuk melihat tingkat ketergantungan anak kepada ibu, bisa diukur dan dilihat.
Penegak hukum kita sudah menerapkan itu?
Belum kentara mengenai hal itu. Filsafatnya jangan diambil dari negara lain, tapi Pancasila di mana ada nilai ketuhanan dan kemanuasian yang adil beradab. Soal pemidanaan, kalau yang bersangkutan sedang hamil, saya kira bisa saja dibiarkan melahirkan dulu sampai sehat, lalu baru menjalankan putusan pengadilan. Ruang kebijakan itu diturunkan dari ruang filsafat.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(vit/nwk)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
296 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
258 share this. -
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
216 share this. -
Enggan Naikkan Tarif Pasca BBM Naik, Pengusaha Angkot Minta Subsidi
205 share this. -
Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia
161 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
-
Jumat, 07/06/2013 16:35 WIB
Anak 11 Tahun Dipidana, Komisioner KPAI: Hakim Tidak Paham Peraturan
-
Selasa, 04/06/2013 10:09 WIB
Ganjar Pranowo: Mbak Mega Sedang Transformasi Kepemimpinan
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
-
Kamis, 20/06/2013 06:12 WIB
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
-
Kamis, 20/06/2013 07:26 WIB
Pengacara Antasari Sebut JK akan Jadi Saksi di MK Hari Ini
-
Kamis, 20/06/2013 05:51 WIB
Ungkap Mafia Narkoba, Identitas Justice Collaborator Harusnya Ditutup
-
Kamis, 20/06/2013 06:45 WIB
Demonstran Brazil Kembali Bentrok Jelang Laga Lawan Meksiko
-
Kamis, 20/06/2013 07:33 WIB
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
-
Kamis, 20/06/2013 05:06 WIB
Kabut Asap Masih Akan Selimuti Singapura Tiga Hari ke Depan
-
Kamis, 20/06/2013 05:23 WIB
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Isap Ganja
-
Kamis, 20/06/2013 04:03 WIB
Dituduh Maling oleh Mantan Kekasih, WN Australia Dituntut 7 Tahun Bui
-
426 Komentar
-
356 Komentar
-
230 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 00:16 WIB
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
-
Rabu, 19/06/2013 23:37 WIB
Peraturan Mobil Murah Berlaku, Jalan Berbayar DKI Berjalan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

