detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 30/04/2012 13:32 WIB

Vatikan Kecam Serangan Teroris di Kenya & Nigeria

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi
Roma, - Pihak Vatikan mengecam serangan-serangan teroris terhadap umat Kristen di Kenya dan Nigeria yang merenggut 21 nyawa. Vatikan pun menyerukan pengendalian diri atas lingkaran kekerasan tersebut.

"Serangan teroris baru di Kenya dan Nigeria saat perayaan Kristen tersebut merupakan perbuatan mengerikan dan tercela," ujar juru bicara Vatikan Federico Lombardi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/4/2012).

"Kita harus mendorong seluruh penduduk untuk tidak menyerah pada godaan untuk jatuh ke lingkaran keji kebencian yang membunuh," imbuh Lombardi.

Para penyerang bersenjata api dan bom-bom melancarkan serangan saat kebaktian gereja di sebuah universitas Nigeria pada Minggu, 29 April lalu dan menewaskan sekitar 20 orang. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun serangan-serangan serupa sebelumnya dilakukan oleh kelompok ekstrem Boko Haram.

Kemudian dalam serangan terpisah di Nairobi, Kenya, seorang pria meledakkan granat saat misa gereja. Seorang jemaat tewas dalam serangan itu. Juga tak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun Nairobi telah berulang kali diguncang ledakan-ledakan bom sejak akhir 2011 lalu. Pemerintah Kenya menuding kelompok militan Somalia, Shebab yang terkait Al-Qaeda mendalangi serangan-serangan tersebut.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/vta)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close