detikcom
Minggu, 29/04/2012 05:02 WIB

Senator Australia Jadi Korban Gas Air Mata Demo Malaysia

Rachmadin Ismail - detikNews
dok.Malaysia Kini
Kuala Lumpur - Aksi demonstrasi besar-besaran di Malaysia berujung ricuh. Polisi menyemprot ratusan demonstran dengan air dan gas air mata. Ternyata, salah satu korbannya adalah senator Australia.

Diberitakan news.com.au, Minggu (29/4/2012), senator Nich Xenophon nama pejabat Australia tersebut. Dia berada di Kuala Lumpur sebagai pemantau pemilu independen di Malaysia.

"Polisi terus melepaskan gas air mata," kata Xenophon. "Sejumlah orang terluka. Sebagian lagi pingsan," sambungnya.

Selain Xenophon, ada satu lagi delegasi Australia yang mengambil bagian dalam tim pencari fakta Pemilu Malaysia. Ada juga negara lain yang ikut di dalamnya, seperti Jerman, India, Pakistan, Filipina, Thailand, Afrika Selatan, Turki dan Tunisia. Mereka diundang oleh Anwar Ibrahim, pemimpin oposis Malaysia.

Sebelumnya, puluhan ribu orang berunjuk rasa di berbagai lokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Para demonstran menuntut reformasi pemilu yang menurut mereka diwarnai banyak kecurangan.

Belum ada laporan korban dalam aksi demo ini. Namun sejumlah demonstran telah ditangkap. Bahkan di sejumlah titik demo, massa pun berubah rusuh.

Seorang pejabat kepolisian Malaysia, Datuk Amar Singh mengatakan seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Sabtu (28/4/2012), sebuah mobil polisi dijungkir balik oleh massa di dekat pusat perbelanjaan Sogo, Kuala Lumpur. Tidak jelas bagaimana kondisi kendaran polisi tersebut saat ini.

Bahkan sebuah pistol polisi dikabarkan telah direbut dan dibawa lari oleh sejumlah demonstran. Publik pun diserukan untuk berhati-hati.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mad/mad)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%