detikcom
Sabtu, 28/04/2012 20:50 WIB

Duh! Dua Remaja Transaksi Ganja di Halaman Masjid Lahat

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Dua remaja di Lahat, Sumatera Selatan, tertangkap anggota polisi saat hendak bertransaksi ganja di halaman sebuah masjid. Keduanya kini menjadi tahanan Polres Lahat.

Kedua remaja itu berinisial N (16) dan R (17). Dari dua tersangka, didapatkan barang bukti berupa dua paket ganja senilai Rp 70 ribu.

Menurut Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi melalui Kasat Narkoba AKP Abu Dani dalam rilisnya, Sabtu (28/04/2012), menjelaskan, pihaknya mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba di halaman masjid Al Mutaqin Kota Lahat. Anggota Sat Narkoba Polres Lahat langsung menuju lokasi, untuk melakukan penangkapan.

N dan R, dua orang yang menjadi target tiba-tiba berpisah. N kemudian berhasil ditangkap, sementara R melarikan diri ke perkebunan warga di belakang masjid. Dia kemudian membuang dompet berisi ganja, untuk menghilangkan barang bukti. Namun aksinya berhasil digagalkan petugas, hingga langsung dibawa ke Mapolres Lahat.

"R sempat membuang dompet berisi ganja, namun berhasil ditemukan kembali," ujar AKP Abu Dani.

(tw/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel