detikcom
Sabtu, 28/04/2012 12:24 WIB

Kasus TKI, Indonesia Harus Evaluasi Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Hubungan diplomatik dengan Malaysia kerap menjadi alasan pemerintah Indonesia meredam kasus-kasus pelanggaran HAM yang melibatkan TKI. Pemerintah harus mengevaluasi hubungan diplomatik dengan Malaysia.

"Kalau sering dikatakan jangan sampai masalah TKI mengganggu hubungan diplomatik dengan Malaysia. Kalau saya malah melihatnya jangan sampai hubungan diplomatik mengganggu perlindungan pemerintah terhadap warganya," kata Direktur Migrant Care, Anis Hidayah.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi Polemik Sindo Radio Mengurus TKI Setengah Hati di Cafe Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (28/4/2012).

Menilik banyaknya kasus pelanggaran HAM yang terkait dengan TKI Indonesia, Anis menilai pemerintah perlu mengevaluasi hubungan diplomatik dengan Malaysia. Menurutnya, kasus-kasus tersebut menginjak-injak harga diri bangsa.

"Meskipun kita bertetangga, tapi apa artinya kalau tetangga itu terus menginjak-injak harga diri kita," sergahnya.

Anis meminta pemerintah untuk bersikap konsisten dalam pernyataan sikap ke Malaysia. Menurutnya selama ini pemerintah hanya bersuara jika ada kasus, namun tidak menindaklanjuti penyelesaian kasus-kasus itu.

"Ini kan masalah berulang-ulang, dan selalu penyelesaiannya tidak jelas," imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%