Sabtu, 28/04/2012 04:16 WIB

Pemerintah Percepat Bangun Perumahan Buruh

M. Rizal - detikNews
Jakarta - Pemerintah melalui Kemenakertrans berupa mempercepat peningkatan kesejahteraan pekerja dan buruh. Salah satu caranya dengan mempercepat pembangunan rumah bagi para pekerja dan buruh melalui kerjasama lintas sektoral.

"Kemenakertrans bersama dengan Kemenpera dan PT Jamsostek (Persero) pada 23 April 2012 melakukan kerjasama percepatan pembangunan perumahan pekerja/buruh dengan penandatangan kesepakatan bersama tentang penyediaan perumahan umum bagi pekerja dan buruh di lingkungan perumahan baru dengan teknologi tepat guna," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers Jumat (27/4/2012) malam.

Hal itu dikatakan Muhaimin Iskandar usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Rusunawa 36 blok dengan kapasitas 7.548 orang pekerja di Bumi Lancang Kuning, Muka Kuning dan Kawasan Industri Kabil, Batam.

Muhaimin mengatakan, telah dibangun sebanyak 1.008 unit oleh Tim Program Percepatan Pembangunan Perumahan Pekerja/Buruh dalam rangka Peningkatan Kesejahteraan Pekerja/Buruh (Tim P5KP) yang beranggotakan lintas sektor.

Lokasinya di lahan PT Sango Industri Keramic, Jawa Tengah dan Industri Karet Deli, Sumatera Utara. Sementara, Di kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat juga dibangun rusunawa dengan nilai Rp 220 miliar.

Muhaimin menjelaskan, Rumah Susun Susun Sejahtera Sewa (Rusunsewa) di Kabil Industrial Estate terdiri dari 20 blok telah didesain untuk mengakomodir keperluan pekerja penyandang cacat dengan perbandingan 100:1 kamar bagi pekerja penyandang cacat.

Rusunsewa yang berkapasitas untuk 4.000 pekerja/buruh yang dibangun oleh PT Jamsostek (Persero) dan 8 blok Rusunsewa yang dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat siap dihuni,” ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(zal/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%