detikcom
Sabtu, 28/04/2012 01:52 WIB

Penahanan Angie Pintu Masuk KPK Tuntaskan Kasus di Banggar DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Gerindra Martin Hutabarat meyakini penahanan Angelina Sondakh adalah pintu masuk KPK menuntaskan kasus korupsi wisma atlet.

"Kita berharap penahanan Angie ini menjadi pintu masuk bagi KPK untuk secepatnya menuntaskan kasus wisma atlet dan Banggar DPR. Agar DPR jangan terlalu lama tersandera akibat nyanyian Nazaruddin. Kita berharap peristiwa yang menimpa Angie ini tidak perlu ditiru oleh artis lain yang sekarang duduk di DPR, cukuplah Angie yang menjadi tumbal dari bobroknya mekanisme kerja Banggar di DPR selama ini," kata Martin.

Hal ini disampaikan Martin kepada detikcom, Sabtu (28/4/2012).

Martin sendiri cukup terkejut dengan penahanan Angie. Karena setelah ditetapkan menjadi tersangka bulan Februari lalu, KPK belum memeriksa saksi terkait Angie.

"Penahanan ini betul-betul surprise. Ada 2 kejutan yang dilakukan oleh KPK dalam kasus Angie ini yakni ketika mengumumkan Angie sebagai tersangka dan kedua ketika menahan Angie dalam pemeriksaan pertama sebagai tersangka di KPK. Penahanan ini betul-betul surprise. Meskipun dengan penetapan sebagai tersangka itu sebenarnya sudah diperkirakan Angie akan segera ditahan," kata Martin.

Sebelumnya, Angelina Sondakh resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus wisma atlet dan di Kemendikbud. Angelina ditahan di Rutan KPK agar tidak mendapat keistimewaan.

"Ini saya sudah selesai menandatangani surat penahanan saudara AS selama 20 hari mulai tanggal 27 April hingga 16 Mei," ujar Ketua KPK, Abraham Samad, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/4).

"AS ditahan di rumah tahanan KPK, karena kita khawatir kalau di luar dia akan mendapatkan keistimewaan," imbuh Abraham.

Keistimewaan itu antara lain Angie bisa menggunakan handphone dan segala macam. Penahanan dilakukan KPK karena sudah cukup bukti dan berkasnya sudah lengkap.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%