Jumat, 27/04/2012 16:45 WIB
Semua Pihak Diharapkan Menghormati Hasil Autopsi Jenazah 3 TKI
"Konferensi pers Menlu (Marty Natalegawa) dan Polri terkait hasil autopsi yang menyatakan tidak ada organ yang hilang harus dihormati oleh semua pihak. Seandainya Polri cepat dan tanggap melakukan autopsi di awal terkuaknya isu ini, maka pemberitaan di media dan apa yang ditangkap oleh publik tidak terlalu sesat dan cenderung liar," ujar Guru Besar Hukum Internasional FHUI, Hikmahanto Juwana, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (27/4/2012).
Hikmahanto mengatakan peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga agar spekulasi bisa ditepis. Dengan disampaikannya bukti kuat, maka media dan publik tidak terjebak dalam berbagai kecurigaan. Karena, menurut dia, konsekuensi dari pembiaran spekulasi yang berlarut-larut dapat mempengaruhi hubungan kedua negara.
"Sejak awal sudah saya ingatkan agar polisi segera melakukan autopsi agar tidak menyulitkan posisi Menlu dan Presiden SBY yang terus mendapat tekanan dari publik," tuturnya.
Hal lain yang perlu disambut, kata dia, adalah keinginan Menlu untuk mencari tahu dan mendorong pemerintah Malaysia memberi penjelasan tentang penembakan terhadap 3 TKI tersebut. Bila terjadi pelanggaran, Hikmahanto mengatakan agar dilakukan proses hukum dan perwakilan Indonesia dapat melakukan pengawalan.
Menurut Hikmahanto, keinginan Menlu untuk meminta penjelasan terkait penembakan terhadap 3 TKI tersebut menjadi penting karena ada kecenderungan aparat penegak hukum di Malaysia kerap melakukan kekasaran terhadap para TKI ketika mereka tertangkap. Bisa jadi perlakuan kasar ini dilakukan karena kekesalan polisi Malaysia terhadap para TKI yang dinilai sering melakukan pelanggaran hukum dan tindak kejahatan.
"Polisi Malaysia tidak seharusnya menggeneralisasi semua TKI berperilaku buruk dan 'penjahat.' Untuk inilah bagaimana keluarga 3 TKI yang ditembak polisi Malaysia perlu mendapat klarifikasi sebagaimana yang dikehendaki oleh Menlu," pungkasnya.
(rmd/vta)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Pemerintah Siap Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli
334 share this. -
Kecanggihan Electronic Banking Center BCA Hadir di Surabaya
0 share this. -
The New Samsung Smart TV 2013
0 share this. -
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
0 share this. -
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 04:40 WIB
Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri Ganti Kurikulum
-
Selasa, 21/05/2013 03:21 WIB
Kurangi Isi Tabung Gas, 2 Pengecer di Lampung Ditangkap Polisi
-
Selasa, 21/05/2013 03:05 WIB
Suryadharma: Caleg PPP Memang Tidak Punya Uang, Tapi Harus Tetap Solid
-
Selasa, 21/05/2013 02:36 WIB
Curi Infaq di Masjid Istiqlal Pekanbaru, Andi Babak Belur Dihajar Warga
-
Selasa, 21/05/2013 02:11 WIB
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
-
Selasa, 21/05/2013 04:40 WIB
Anggota Komisi X: Jangan Ganti Menteri Ganti Kurikulum
-
Selasa, 21/05/2013 02:36 WIB
Curi Infaq di Masjid Istiqlal Pekanbaru, Andi Babak Belur Dihajar Warga
-
Selasa, 21/05/2013 04:35 WIB
Dalam 1 Hari, Rentetan Bom Mobil Tewaskan 70 Muslim Syiah di Irak
-
Selasa, 21/05/2013 03:21 WIB
Kurangi Isi Tabung Gas, 2 Pengecer di Lampung Ditangkap Polisi
-
Selasa, 21/05/2013 03:05 WIB
Suryadharma: Caleg PPP Memang Tidak Punya Uang, Tapi Harus Tetap Solid
-
Selasa, 21/05/2013 01:38 WIB
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
-
Selasa, 21/05/2013 02:11 WIB
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
203 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 18:44 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 18:17 WIB
JK Sayangkan Au San Suu Kyi yang Pasif Soal Kekerasan di Rohingya
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

