detikcom
Jumat, 27/04/2012 16:25 WIB

Polri: 3 TKI Terkena Peluru di Kepala & Dada Kiri

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Polri membenarkan 3 TKI terkena peluru saat berada di Malaysia. Peluru itu masuk ke bagian alis dan mata kiri 3 TKI asal NTB tersebut.

"Memang ada peluru yang kena. 2 korban di kepala dan dada kiri, satu korban di kepala saja," ujar Kapusdokkes Polri Brigjen Pol dr Musaddeq Ishaq di Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2012).

Musaddeq menegaskan, tidak ada dugaan penjualan organ tubuh 3 TKI yang tewas ditembak di Malaysia. Seluruh organ tubuh 3 TKI tersebut lengkap. Hal ini berdasarkan hasil autopsi ulang jasad 3 TKI tersebut.

"Seluruh organ tubuh seperti mata, jantung, hati, ginjal, dan lain-lain dalam
keadaan lengkap," kata Mussadeq.

Musaddeq menjelaskan, sebab kematian 3 TKI itu akibat luka tembak di bagian kepala dan di bagian dada sebelah kiri. Sedangkan jahitan tidak wajar di tubuh TKI itu akibat bekas luka irisan autopsi dokter forensik untuk menemukan kelainan dalam 3 jasad tersebut.

Di tempat yang sama, Menlu Marty Natalegawa juga akan menyelidiki tewasnya 3 TKI itu.

"Dugaan penjualan organ tubuh tidak terbukti. Tapi kita tetap mendorong pemerintah untuk menyelidiki kematian 3 saudara kita," ucap Marty.

(nik/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel