Kamis, 26/04/2012 19:10 WIB

Menhub: Kecelakaan di Kukar, Susi Air Dicek

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Kecelakaan pesawat milik Susi Air kembali terjadi. Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (25/4) kemarin di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kemenhub pun akan melakukan evaluasi atas Susi Air.

"Itu juga kita akan (periksa), makanya kami kirim Direktur Kelayakan Pesawat. Apakah di situ masalahnya, itu harus kita cek. Sudah dua kali Susi Air dalam beberapa waktu ini. Jangan dulu menyalahkan dan memutuskan. Saya kira kita cek yang sebenarnya apa. Ada yang bilang cuaca, ada yang bilang ini, jadi belum jelas," kata Menhub, EE Mangindaan.

Berikut ini wawancara wartawan dengan Mangindaan usai rapat Musrenbang di Gedung Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012):

Bagaimana soal kecelakaan pesawat Susi Air di Kutai Kartanegara?

Saya baru tadi malam dapat beritanya, sudah dicek, Basarnas sudah jalan dan hasilnya adalah dia mendarat darurat. Saya lupa tempatnya di Kalimantan. Info terakhir, ada kameramen sama pilot meninggal.

Kami belum tahu penyebabnya. Sementara kita melihat bahwa itu adalah survei. Kalo survei berarti dicarter. Kedua, pilotnya yang menurut saya harus tahu kondisi pesawat apakah karena navigasi atau apa. Kami belum tahu penyebabnya.

Mendarat daruratnya di mana?

Belum tahu.

Kemenhub sudah menurunkan tim?

Sudah, Basarnas sudah, KNKT sudah saya perintahkan. Dirjen Perhubungan Udara, Direktur kelayakan pesawat juga sudah berangkat. Belum ada informasi karena baru tadi pagi berangkatnya.

Kapan informasinya bisa diketahui?

Kalau masalah teknis tentu butuh waktu. Tapi penyebab sementara dalam hari ini saya juga bisa dapatkan.

Keadaan pesawatnya hancur?

Belum (tahu), mendarat darurat dan pesawat ini dicarter untuk survei, dilaporkan yang meninggal pilot dan kameraman. Saya minta cek lagi, KNKT dan Basarnas sudah jalan. Kalau dari kami harus cek kelayakan pesawat

Akan lakukan evaluasi Susi Air, karena ini kan sudah beberapa kali?

Itu juga kita akan (periksa), makanya kami kirim Ditjen Kelayakan Pesawat. Apakah di situ masalahnya, itu harus kita cek. Sudah dua kali Susi Air dalam beberapa waktu ini. Jangan dulu menyalahkan dan memutuskan. Saya kira kita cek yang sebenarnya apa. Ada yang bilang cuaca, ada yang bilang ini, jadi belum jelas.

Regulasi terhadap perusahaan-perusahaan penerbangan kecil seperti Susi Air dinilai kurang, pemerintah hanya fokus ke penerbangan besar?

Saya kira tidak. Pokoknya yang memenuhi persyaratan, ada semacam satu MOU keharusan-keharusannya. Kebetulan ya Susi Air salah satu yang oke. Apalagi dia masuk di daerah-daerah terpencil.

Yang lain bagaimana?

Kalau soal keselamatan saya tidak mau peringan, tapi mungkin yang lain-lain masalah bisnisnya bisa kita bicarakan lagi. Tapi kalau soal keselamatan saya tidak mau.


Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(vit/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Wawancara Terbaru Indeks Wawancara ยป
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    61%
    Kontra
    39%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel