detikcom
Kamis, 26/04/2012 17:18 WIB

'Karung Goni Berdarah' Di Depok Belum Ditemukan, Tim Pencari Ditambah

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Depok - Polisi terus mencari karung goni yang dibuang dua pria berjaket hitam dan menyisakan bercak darah di Jembatan Panus, Depok, Jabar. Karena tak kunjung menemukan, mereka menambah personel, dari 15 orang menjadi 50 orang.

Area pencarian juga diperluas. Tak hanya di bawah jembatan, titik tempat pelaku membuang karung goni tersebut, tapi juga pinggiran sungai hingga radius 800 meter.

"Kemungkinan terbawa arus, karena sejak kemarin hingga saat ini, tidak ditemukan ada apa-apa di lokasi (pembuangan)," kata Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Febriansyah di lokasi, Kamis (26/4/2012).

Sejauh ini, polisi belum dapat mengendus pelaku maupun korban. Untuk mempercepat pengungkapan kasusnya, mereka menyebar informasi ke masyarakat. "Bagi yang kehilangan anggota keluarga, silakan melapor ke kantor polisi terdekat," jelasnya.

Tim pencari berasal dari Mako Brimob Kelapa Dua dan Polresta Depok. Mereka menggunakan perahu karet, alat selam, hingga galah. Sebuah tali dipasang melintang di sungai untuk mempermudah tim pencari menjangkau titik-titik tersulit.

Pencarian yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hari ini, dihentikan pada 17.00 WIB.

Sebagaimana diketahui, dua pria berjaket hitam dan berbadan besar membuang karung goni di Jembatan Panus, Kali Ciliwung, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Rabu (25/4) pukul 08.30 WIB. Gerak-gerik kedua pria itu agak mencurigakan. Mereka terlihat dari arah barat (Jalan Siliwangi), lari setelah diteriaki saksi.

Ada bercak darah di jalan dan pagar jembatan, tempat pelaku membuang karung goni. Tercium bau amis. Dalam uji laboratorium, bercak darah yang ditemukan di lokasi pembuangan adalah darah manusia.


(try/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel