detikcom
Kamis, 26/04/2012 11:19 WIB

Dukung Athiyyah, Ibu-ibu Pengajian Penggilingan Beri Bunga untuk Anas

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Dengan didampingi sang suami, istri Anas Urbaningrum Athiyyah Laila memenuhi panggilan KPK terkait penyelidikan kasus Hambalang. Athiyyah mendapat dukungan dari puluhan ibu-ibu dari pengajian di Penggilingan, Jakarta Timur.

Sekitar 30 orang perempuan yang kebanyakan di antaranya berusia paruh baya mendatangi kantor KPK sekitar pukul 10.30 WIB. Datang berduyun-duyun, rombongan yang mengenakan baju terusan warna putih dan berjilbab ini, menunggu di halaman KPK.

Menunggu sekitar setengah jam, mereka akhirnya dijumpai oleh Anas. Ketua Umum Demokrat ini keluar dari gedung KPK setelah sebelumnya mengantar sang istri masuk ke dalam gedung. Mereka menyerahkan bunga mawar warna putih tanda dukungan buat istri Anas.

"Terima kasih," ujar Anas setelah menerima pemberian bunga dari salah seorang perwakilan rombongan pengajian.

Titi, salah seorang perwakilan rombongan, mengatakan dia dan rombongan datang untuk memberikan dukungan untuk Athiyyah. Mereka tidak peduli apakah Athiyyah benar ikut terlibat kasus Hambalang atau tidak.

"Kami ingin memberikan simpati. Karena beliau sering ikut pengajian kami. Bersalah atau tidak yang lebih tahu yang berwenang," ujar Titi.

(fjp/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel