detikcom
Kamis, 26/04/2012 11:13 WIB

Anggota Komisi III Apresiasi Penghentian Pembuatan Kartu Inafis

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Gerindra Martin Hutabarat mengapresiasi penghentian pembuatan kartu Inafis. Baginya kartu Inafis memang tumpang tindih.

"Kita apresiasi bahwa berarti kepolisian itu merespon aksi penolakan masyarakat. Kita apresiasi. Ke depan reaksi penolakan ini penting bagi evaluasi polisi. Jadi harus diberhentikan permanen jangan sekedar dievaluasi," kata Martin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Menurut Martin, mestinya teknologi Inafis bisa dimasukkan ke SIM. Polisi bisa memulai pada pemohon SIM yang baru.

"Kalau saya sarankan biarlah ke depan itu di kartu SIM saja. Masukkan saja data yang ada pada kartu Inafis ke kartu SIM. Itu baru meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, ini kan meningkatkan pendapatan,"katanya.

Alat pembuatan kartu Inafis tak boleh mubazir. Dipergunakan untuk mengintegrasikan SIM dengan Inafis.

"Alat yang sudah digunakan bisa untuk membuat kartu SIM yang diintegrasikan dengan data sidik jari. Kalau ada kekurangan dana nanti dibicarakan dengan Komisi III," tegasnya.

Polri untuk sementara menghentikan proses pembuatan kartu Inafis atau sidik jari. Polri akan mengkonsultasikan soal kartu ini lebih dahulu ke tingkat pimpinan. Kritik publik soal biaya Rp 35 ribu menjadi alasan.

"Jadi untuk sementara kita hentikan untuk evaluasi," Kepala Pusat Inafis Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Bekti Suhartono, saat dikonfirmasi, Kamis (26/4/2012).



Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(van/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000