Rabu, 25/04/2012 23:29 WIB

Susi Air Hilang Kontak Saat Emergency Landing

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Manajemen Susi Air membenarkan pesawatnya yang hilang kontak di perbatasan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. Pesawat tersebut hilang kontak saat emergency landing (pendaratan darurat).

"Mereka emergency landing, tidak bisa dihubungi sekitar pukul 17.30 Wita," ujar Presiden Direktur Susi Air, Susi Pudjiastuti, saat dihubungi detikcom, Rabu (25/4/2012).

Menurutnya, pesawat tersebut tengah dicarter oleh perusahaan Surtech untuk kegiatan survei. Pesawat tersebut tidak membawa penumpang, hanya pilot dan seorang kamerawan.

"Pesawat itu sebetulnya bisa landing di daratan 200-300 meter, di pasir pinggir pantai juga bisa. Tapi saya belum tahu yang ini," ujar Susi.

Ia menuturkan saat ini masih dilakukan pencarian, karena ada informasi yang diterima pihaknya bahwa lokasi pesawat sudah diketahui.

"Informasi jelasnya mungkin baru bisa kita ketahui besok," ucapnya.

Sebelumnya, pesawat Susi Air dikabarkan hilang kontak sekitar pukul 17.10 Wita, di daerah perbatasan Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. Pesawat tersebut hilang kontak saat mencoba pendaratan darurat di koordinat 0 25,2 N 116' 1,62.

"Saat ini masih dilakukan pencarian," ujar Harmoniadi, Kepala SAR Kalimantan Timur

(rmd/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel