detikcom
Rabu, 25/04/2012 19:50 WIB

Ada Budiman Sudjatmiko di Antara Karolin dan Elya Muskitta

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Video porno mirip anggota DPR dari PDIP Karolin Margret Natasa menyeret sejumlah pihak. Ada yang menyebut EGM, inisial dari Elya G Muskitta, di balik video ini. Video ini muncul diduga terkait dengan proyek kerja sama antara Elya dengan Karolin yang kini terbengkalai. Terkait proyek ini, muncul Budiman Sudjatmiko di antara Karolin dan Elya.

Proyek kerja sama antara Karolin dan Elya ini bernama Advance Borneo, yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar). Lembaga ini dibentuk pada Desember 2011. Dalam situsnya, dijelaskan bahwa Advance Borneo merupakan suatu Working Group (Kelompok Kerja) yang dibangun dan dipersiapkan untuk menjadi Industry Incubator (Inkubator Industri) yang berpihak pada masyarakat dan berfokus pada pembangunan & pengembangan industri-industri berbasis masyarakat.

Salah satu program yang diselenggarakan Advance Borneo adalah Program Negeri Mandiri Borneo. Kick off acara ini digelar pada 18 Desember 2011 di pendopo Gubernur Kalbar.

Acara ini cukup istimewa karena bisa digelar di pendopo kantor gubernur. Maklum, Karolin merupakan puteri kandung Gubernur Kalbar, Cornelis. Karolin yang merupakan seorang dokter ini juga terpilih sebagai anggota Komisi IX DPR dari daerah pemilihan Kalbar.

Foto-foto kick off proyek ini dipublikasikan di situs Advance Borneo. Salah satu foto yang paling menarik adalah foto yang menampilkan Karolin dan Elya. Tidak berdua, tapi bertiga. Orang ketiga di foto itu adalah politisi yang juga anggota DPR dari FPDIP, Budiman Sudjatmiko.

Mengapa Budiman hadir dalam acara itu? Rupanya, acara kick off Program Negeri Mandiri Borneo ini dibarengkan juga dengan dua acara lain, yaitu Pembentukan Pengurus Parade Nusantara Kalbar dan Forum Diskusi Ilmiah. Untuk diketahui, Budiman dan Elya merupakan pimpinan pusat Parade Nusantara.

Dari foto ini, terlihat bahwa Karolin, Elya, maupun Budiman memang saling mengenal dan memiliki hubungan yang erat. Budiman dan Elya berasal dari satu organisasi, yaitu Parade Nusantara. Sedangkan Budiman dan Karolin, satu partai politik dan sama-sama menjadi anggota DPR.

Terkait dengan video porno yang pelaku perempuannya berwajah mirip Karolin, memang masih belum jelas benar. Aria Bima, salah satu politisi PDIP mengatakan Karolin sudah menegaskan bahwa seorang perempuan yang beradegan seksual di video itu bukanlah dirinya. Hingga saat ini Karolin belum juga muncul ke publik. Badan Kehormatan (BK) DPR berencana memeriksa Karolin seusai masa reses. Sementara Cornelis juga menegaskan bahwa perempuan di video itu bukanlah putrinya.

Sementara Elya Muskitta disebut-sebut terlibat dalam video itu sebagai prianya. Namun, belum ada bukti kuat yang memperkuat dugaan ini. Elya juga disebut sebagai tokoh di balik terpublikasinya video mesum itu. Sayang, hingga kini Elya belum bisa dihubungi. Kedua telepon genggamnya tidak aktif.

Bagaimana sebenarnya hubungan Elya dengan Karolin? Apakah memang keduanya memiliki hubungan asmara? Belum ada pihak yang menjelaskan secara gamblang. Budiman Sudjatmiko yang terlihat bersama Karolin dan Elya di acara yang digelar Advance Borneo itu diduga mengetahui banyak tentang Elya maupun Karolin. Tapi hingga saat ini, Budiman juga belum bisa dihubungi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
62%
Kontra
38%