detikcom
Rabu, 25/04/2012 09:53 WIB

Waketum Golkar: DPD II Tak Bisa Lengserkan Ical Lewat Munaslub

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Elit Golkar merespons keras wacana Munaslub Golkar yang didorong forum DPD II Golkar. Ide ini dipandang tak berdasar karena DPD II tak punya wewenang mendorong Munaslub.

"Karena Munaslub bisa terjadi kalau diusulkan 2/3 dari total DPD I, bukan DPD II," kata Wakil Ketua Umum Golkar, Sharif Cicip Sutardjo, kepada detikcom, Rabu (25/4/2012).

Pandangan sama dilempar Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono. Menurut Agung, tak bisa digelar Munaslub secara sembarangan kecuali mengancam eksistensi partai.

"Suatu keadaan yang benar-benar mengancam eksistensi partai maka itu pun bisa sebagai dasar diselenggarakan Munaslub PG," kata Agung.

Rencana Ical mempercepat Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) pencapresannya digugat forum DPD II Golkar se-Indonesia. DPD II Golkar mengancam menggulingkan Ical.

"Forum DPD II Golkar se-Indonesia menolak percepatan Rapimnasus pencapresan Ical. Karena kita menilai ini kan pemaksaan. Kemudian selama dia memimpin Partai Golkar, Partai Golkar sangat tertutup seolah adalah kerajaan. Seolah dia memimpin Golkar seperti memimpin perusahaan," kata Ketua Forum DPD II Golkar se-Indonesia, Muntasir Hamid, saat dihubungi wartawan, Selasa (24/4/2012).

Ketua DPD II Golkar Banda Aceh ini meminta Ical duduk bersama Akbar Tandjung. Kalau memaksakan nyapres buru-buru, Ical bisa dilucuti di Munaslub.

"Sebaiknya dia duduk dengan pinisepuh jangan membuat ribut. Contohlah partai lain. Kalau dipaksakan Ical nyapres ini bisa didorong Munaslub. Semua pengganti ada di ring 1 Ical," katanya.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(van/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close