detikcom
Rabu, 25/04/2012 09:24 WIB

Banyak Pro-Kontra, Polri Harus Tunda Program Pembuatan Kartu Inafis

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Program kartu Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) yang dikeluarkan oleh Polri masih menuai pro dan kontra. Sebaiknya Polri menunda program tersebut untuk sementara waktu.

"Sebenarnya ini dari awal sudah banyak dipertanyakan kemunculannya, tapi kemudian sudah terlanjur diresmikan dibuka di beberapa Polda di Indonesia. Patut disayangkan juga, kemudian ditengarai tumpang tindih, daripada terlalu jauh sebaiknya ditunda dulu," ujar peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Ronald Rofiandri, kepada detikcom, Rabu (25/4/2012).

Ronald mengatakan dengan ditundanya program tersebut, maka akan lebih mudah melihat permasalahan dari hulunya. Sebab, menurutnya sejauh ini tidak ada masalah yang krusial yang dihadapi Polri dengan sistem pengambilan sidik jari dengan cara lama.

"Saya melihat tidak ada persoalan krusial di masa lalu terkait kebutuhan identitas diri. Lebih cepat ditunda lebih baik, kepolisian ini harus diwadahi, apakah di e-KTP atau di mana," jelasnya.

Menurut Ronald sebetulnya Polri tidak perlu memungut biaya sebesar Rp 35 ribu kepada masyarakat untuk mendapat kartu Inafis. Sebab produk identitas diri warga sudah seharusnya ditanggung oleh negara.

"Kemungkinan penyalahgunaan bisa terjadi. Yang perlu diingat negara wajib melayani kebutuhan warga negara terutama hak identitas diri, sehingga produk identitas diri harus ditanggung oleh negara," tutup Ronald.


Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(mpr/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000