Rabu, 25/04/2012 03:49 WIB

Brimob vs Kostrad, GP Ansor: Tentara Sama Polisi Berantem, Lucu!

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Bentrokan antara Brimob dan Kostrad di Gorontalo pada hari Minggu (22/4) lalu dinilai lucu oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Kejadian tersebut membuat masyarakat mempertanyakan panutan dalam menjaga keamanan di Indonesia.

"Ini tentara sama polisi berantem lucu, kita nanti panutannya siapa ?" kata ketua GP, Nusron Wahid, pada wartawan di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012).

Menurut Nusron, kejadian tersebut merupakan masalah koordinasi dan egoisme sektoral. Sehingga GP Ansor ingin mengajak TNI dan Polri berpikir bersama dengan tujuan untuk Indonesia.

"Inilah bagian dari pola koordinasi dan egoisme sektoral kita yang belum selesai. Makanya Ansor ingin mengajak TNI jangan ada geng, semua tujuannya untuk Republik Indonesia, jangan berpikir satu dengan yang lain," imbuh Nusron.

Nusron mempertanyakan kejadian yang dapat mengabaikan rasa aman dan ketentraman masyarakat tersebut. "Kalau tentara sama polisi bertikai, rakyatnya bagaimana? Yang menentramkan siapa? Polisi sama TNI tujuannya untuk mendamaikan rakyat malah bertikai sendiri. Kalau ada yang bertikai rakyatnya siapa yang mengurus? Ini merepotkan," terangnya.

GP Ansor pun berharap adanya rekonsiliasi secepatnya dan diadakan upaya damai. Nusron juga menuntut oknum terlibat dihukum dan tidak terulang lagi.

"Harapan Ansor, harus ada rekonsiliasi secepatnya. Kalau bisa, duduklah Kapolri dan Panglima TNI di depan Menkopolhukan dan Presiden, untuk didamaikan. Oknum yang terlibat dihukum sebesar-besarnya dan jangan terulang lagi," harap Nusron.

Bentrokan antara Brimob dan Kostrad tersebut dianggap memalukan karena melibatkan sesama aparatur negara. "Memalukan sesama aparatur negara seperti itu. Kaya kampung antar kampung saja seperti itu," tutup Nusron.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan tidak berkaitan dengan kesengajaan dalam bentrokan Brimob vs Kostrad. Polri sendiri telah memeriksa 18 anggotanya terkait insiden tersebut. 3 Anggota Brimob ditetapkan sebagai terperiksa. Sementara itu, 6 masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut turut diperiksa. Polri dan TNI lantas membuat kesepakatan bersama guna meredam bentrokan seperti yang terjadi di Gorontalo.


(vid/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel