Rabu, 25/04/2012 03:49 WIB
Brimob vs Kostrad, GP Ansor: Tentara Sama Polisi Berantem, Lucu!
"Ini tentara sama polisi berantem lucu, kita nanti panutannya siapa ?" kata ketua GP, Nusron Wahid, pada wartawan di kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012).
Menurut Nusron, kejadian tersebut merupakan masalah koordinasi dan egoisme sektoral. Sehingga GP Ansor ingin mengajak TNI dan Polri berpikir bersama dengan tujuan untuk Indonesia.
"Inilah bagian dari pola koordinasi dan egoisme sektoral kita yang belum selesai. Makanya Ansor ingin mengajak TNI jangan ada geng, semua tujuannya untuk Republik Indonesia, jangan berpikir satu dengan yang lain," imbuh Nusron.
Nusron mempertanyakan kejadian yang dapat mengabaikan rasa aman dan ketentraman masyarakat tersebut. "Kalau tentara sama polisi bertikai, rakyatnya bagaimana? Yang menentramkan siapa? Polisi sama TNI tujuannya untuk mendamaikan rakyat malah bertikai sendiri. Kalau ada yang bertikai rakyatnya siapa yang mengurus? Ini merepotkan," terangnya.
GP Ansor pun berharap adanya rekonsiliasi secepatnya dan diadakan upaya damai. Nusron juga menuntut oknum terlibat dihukum dan tidak terulang lagi.
"Harapan Ansor, harus ada rekonsiliasi secepatnya. Kalau bisa, duduklah Kapolri dan Panglima TNI di depan Menkopolhukan dan Presiden, untuk didamaikan. Oknum yang terlibat dihukum sebesar-besarnya dan jangan terulang lagi," harap Nusron.
Bentrokan antara Brimob dan Kostrad tersebut dianggap memalukan karena melibatkan sesama aparatur negara. "Memalukan sesama aparatur negara seperti itu. Kaya kampung antar kampung saja seperti itu," tutup Nusron.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan tidak berkaitan dengan kesengajaan dalam bentrokan Brimob vs Kostrad. Polri sendiri telah memeriksa 18 anggotanya terkait insiden tersebut. 3 Anggota Brimob ditetapkan sebagai terperiksa. Sementara itu, 6 masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut turut diperiksa. Polri dan TNI lantas membuat kesepakatan bersama guna meredam bentrokan seperti yang terjadi di Gorontalo.
(vid/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
480 share this. -
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
458 share this. -
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
415 share this. -
Pemerintah Siap Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli
396 share this. -
Kepada Presiden Myanmar, Obama Minta Kekerasan Terhadap Muslim Dihentikan
379 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 10:42 WIB
Perawat Demo di DPR, Jalan ke Arah Slipi Ditutup
-
Selasa, 21/05/2013 10:38 WIB
Sriwijaya di Tanjungpinang Batal Berangkat karena Tangga Mendadak Keluar
-
Selasa, 21/05/2013 10:38 WIB
6 Momen 'Duet Maut' Jokowi-Gita
-
Selasa, 21/05/2013 10:35 WIB
Alasan MA Tetap Menghukum Tokoh Syiah Madura yang Menodai Agama Islam
-
Selasa, 21/05/2013 10:25 WIB
DPRD DKI Panggil 16 RS yang Mundur dari KJS
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Selasa, 21/05/2013 09:04 WIB
4 Kisah Repotnya Cewek Cantik Balikin Hadiah Mewah Fathanah
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Bocah SD yang Diculik dan Diperkosa Ditolong Warga Dalam Kondisi Kritis
-
Selasa, 21/05/2013 09:54 WIB
Biadab! Bocah SD Usia 8 Tahun Diculik dan Diperkosa di Tasikmalaya
-
Selasa, 21/05/2013 07:34 WIB
Sinchan: Sex, Drugs, and Criminal
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Ini Kata PKS Soal Aliran Dana Fathanah ke Oknum Selain Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 08:44 WIB
Jokowi Tak Setuju Dirinya Difilmkan
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
229 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
206 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 09:22 WIB
4 Kisah Repotnya Cewek Cantik Balikin Hadiah Mewah Fathanah
-
Selasa, 21/05/2013 08:45 WIB
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

