Detik.com News
Detik.com

Selasa, 24/04/2012 18:37 WIB

Brimob vs Kostrad di Gorontalo Lebih Pada Masalah Personal

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Bentrokan yang melibatkan personel Brimob vs Kostrad di Gorontalo tidak bisa diterjemahkan sebagai bentrokan antar institusi. Perselihan keduanya lebih pada masalah personal.

"Awalnya personal, nggak ada urusan korps tapi secara sosiologis berkembang jadi korps," kata pengamat kebijakan publik dari UI Andrinof Chaniago kepada wartawan usai seminar 'Kontribusi Polri dalam Penetapan Kebijakan Publik Pemerintahan Daerah Guna Terwujudnya Situasi Kamtibnas yang Kondusif' di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jalan Tirtayasa, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2012).

Andrinof tak sependapat bentrokan antara Brimob dan Kostrad di Gorontalo disebut sebagai konflik institusi. Menurut dia pengkaitan dengan korps masing-masing terbentuk dengan sendirinya dan sering terjadi.

"Rasa korps itu terbentuk sendirinya walaupun awalnya konflik personal. Kebanyakan kejadiannya begitu kalau kita lihat," terang Adrianof yang mengenakan kemeja batik saat itu.

Andrinof melihat konflik di Gorontalo lebih pada konflik personal yang bahkan kadang-kadang terjadi di tingkat elite. Hanya saja masalah personal bisa menjadi masalah institusi dan menjadi luas ke kolega di masing-masing institusi.

Namun, Andrinof tidak memungkiri potensi konflik antar institusi akan selalu ada. "Kalau potensi (konflik) antar korps itu akan selalu ada karena mereka ada kegiatan di luar urusan kedinasan. Kemungkinan adanya gesekan itu ada, di sini menurut saya yang harus cepat bertindak ya di tingkat atas, pimpinan di tingkat atas masing-masing korps," katanya.

Menurut Andrinof, sebaiknya bukan polisi yang menangani konflik antar korps di Gorontalo dalam konteks sosiologis. "Secara sosiologis nggak mungkin ditangani oleh Polri, padahal yang bentrok itu antar korps. Karena itu pendekatannya di tingkat institusi, bagaimana di tingkat institusi itu bisa meredam dan menunjukkan sikap personal masing-masing," harap Andrinof.

(vid/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%