detikcom
Selasa, 24/04/2012 17:12 WIB

4 Pembunuh Mahasiswi Binus di Dalam Angkot Dibui Seumur Hidup

Duran - detikNews
Jakarta - 4 Pembunuh sadis mahasiswi Universitas Bina Nusantara (Binus), Livia Pavita Soelistio (21), diganjar hukuman penjara seumur hidup. Keempatnya menerima putusan tersebut sehingga mereka akan menghabiskan sisa umurnya hingga meninggal di balik jeruji penjara.

Keempat pembunuh tersebut adalah Irwan Saleh (22), Rohman Setiawan (20), M Fahri (19) dan Afriadi (22).

"Memutuskan, mengadili ke 4 terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Menjatuhkan hukuman pidana masing-masing penjara seumur hidup," kata ketua majelis hakim Longser Sormin dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl S Parman, Selasa (24/4/2012).

Alasan majelis hakim mengganjar seumur hidup karena tidak ditemukan hal-hal yang meringankan dalam kasus tersebut. Sebaliknya, hakim menilai terdakwa melakukan perbuatan kejahatan yang meresahkan masyarakat. "Akibat perbuatan mereka, banyak orang tua yang takut ketika anak-anaknya naik angkot. Keterangan mereka juga berbelit-belit selama persidangan," ujar Longser.

Keempat terdakwa yang berdiri saat mendengarkan amar putusan langsung tertunduk lesu. Wajah mereka pucat. Setelah berunding dengan pengacaranya, keempatnya menerima hukuman ini. "Klien kami menerima," ujar pengacara keempatnya, Restu Sri Utomo. Lamanya hukuman ini sesuai dengan tuntutan JPU Didik Haryanto.

Tragedi yang dialami Livia berawal saat perempuan itu menumpang angkot M24 pada 16 Agustus 2011 lalu. Sopir angkot (RH) dan 3 kawannya yakni IN, SR dan AB memperkosa dan membunuh Livia di dalam mikrolet di kawasan Jakarta Barat.

Setelah itu, jenazah Livia dibuang ke daerah Cisauk, Tangerang, Banten, sebelum akhirnya ditemukan seorang penggembala yang sedang mencari kambingnya yang hilang.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(asp/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%