detikcom
Selasa, 24/04/2012 15:42 WIB

Dikabarkan Kadernya Tersandung Transaksi Mencurigakan, PAN & PD Bantah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Kader Partai Demokrat (PD) Max Sopacua dan Sonny Waplau disebut-sebut terkait transaksi mencurigakan. Bukan hanya mereka berdua, politisi PAN Yasti Soepredjo pun ikut disebut. Benarkah?

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Selasa (24/4/2012), data transaksi mencurigakan itu sudah dipegang Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Data laporan hasil analisa itu pun sudah diserahkan ke KPK.

"Ada 3 nama itu. Sudah tinggal diolah," terang sumber detikcom yang enggan disebutkan namanya.

Namun, kabar soal transaksi mencurigakan itu pun segera saja dibantah. Politisi PD Max Sopacua menegaskan dirinya tidak terlibat. Sedang kader PD yang lain, Ramadhan Pohan, juga meminta agar tidak ada tudingan lebih dahulu. Biar fakta hukum yang berbicara.

"Itu sesuatu yang belum jelas lebih baik kita tunggu penegakan hukum," terang Ramadhan.

Sedang Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi setali tiga uang dengan sikap politisi PD. Viva menuding transaksi mencurigakan yang mengaitkan dengan kader PAN Yasti sebagi upaya hendak menjatuhkan kredibilitas partainya.

"Itu tidak benar, itu bermotif character assasination dan menjatuhkan kredibilitas PAN," Viva yang juga Wakil Ketua FPAN DPR ini.

Sebenarnya, soal transaksi mencurigakan anggota DPR ini pernah disebut oleh PPATK beberapa waktu lalu. Di DPR, PPATK pernah menyebut ada 2.000 terkait anggota DPR. Tapi apakah benar transaksi itu menyangkut ketiga orang itu, belum tentu juga. Pastinya data dugaan transaksi mencurigakan itu masih dikantung KPK.

secara terpisah, Ketua PPATK, M Yusuf pun sudah membantah pernah mengeluarkan nama-nama siapa saja yang terkait transaksi itu.

"Saya nggak tahu tiga nama itu didapat dari mana. Karena kita tidak pernah mengeluarkan statement pernyataan seperti itu," kata Yusuf kepada wartawan.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/vta)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%